Yusuf mengatakan usulan tersebut sudah diajukan kepada pihak kelurahan dan kecamatan sejak beberapa bulan lalu. Namun, hingga kini belum terealisasi.

"Sudah mengajukan baik ke Kelurahan, Kecamatan untuk diadakan jaring sampah, tapi belum terealisasi," katanya.

Menurut Yusuf, pemasangan jaring saja belum cukup. Harus ada pihak yang bertanggung jawab mengangkat sampah yang tertahan dan mengelolanya secara rutin.

"Siapa yang akan bertanggung jawab mengangkat sampahnya. Itu ada orang khusus yang harus dipekerjakan, diberdayakan. Itu kendalanya," jelasnya.

Yusuf juga menyoroti perilaku sebagian pengunjung yang masih membuang sampah sembarangan di sekitar situ.

Ia mengatakan sejumlah area bahkan telah dipagari untuk mencegah pengunjung nongkrong dan membuang sampah langsung ke badan air. Warga sekitar juga telah memasang imbauan agar pengunjung membawa kembali sampah makanan dan minuman yang mereka bawa.

Namun, menurutnya, imbauan tersebut belum sepenuhnya dipatuhi.

"Jajan boleh masuk setu, bawa jajanan, silakan bawa kembali sampahnya. Enggak, ditinggalin," ujarnya.

Sekretaris Kelurahan, Leni Nerlina, mengatakan persoalan sampah menjadi salah satu topik yang dibahas dalam rapat koordinasi di tingkat kecamatan.

Ia menilai penanganan sampah di Situ Citata tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas situ. Diperlukan koordinasi antara kelurahan, kecamatan, dinas terkait, serta masyarakat.

"Kalau kita mau bicara sampah, tadi juga kebetulan lagi rakor di kecamatan. Topik yang dibahas itu adalah sampah," kata Leni.

Leni juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan karena saat ini kondisi masih kering. Api yang muncul dari pembakaran sampah dikhawatirkan merembet akibat tiupan angin.

Terkait bau, ia membenarkan bahwa kondisi di sekitar situ memang dapat menimbulkan aroma tidak sedap, terutama ketika musim kemarau.

"Memang bau memang di situ," ujarnya.

Kesadaran Warga Jadi Sorotan
Leni menilai persoalan sampah juga tidak terlepas dari kesadaran masyarakat. Menurutnya, pemerintah memang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan, tetapi warga juga perlu ikut menjaga kebersihan.

"Balik lagi ke hati nurani masing-masing. Mau bersih enggak nih lingkungan," tuturnya.

Ia berharap usulan pemasangan jaring sampah dapat segera dibahas bersama, sekaligus diikuti dengan pembahasan mengenai tenaga dan anggaran untuk pemeliharaannya.