BOGOR, CEKLISSATU.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan langkah strategis untuk mengurai kemacetan di sekitar Kebun Raya Bogor dengan mengubah eks Plaza Bogor menjadi area parkir terpusat.

Kebijakan mejadikan eks Plaza Bogor menjadi parkir terpusat itu diharapkan mampu menekan kepadatan lalu lintas di jalur Otista dan Suryakencana sekaligus mendukung fungsi kawasan konservasi agar tetap terjaga.

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan, kepadatan lalu lintas di sekitar Kebun Raya Bogor terutama Jalan Otista selama ini dipicu tingginya jumlah pengunjung yang datang setiap tahun.

Baca Juga: 3 Syarat Utama Telah Terpenuhi, Pemkot Bakal Segera Keluarkan Izin Pembongkaran Pasar Bogor dan Plaza Bogor

“Pengunjung Kebun Raya Bogor per tahun itu hampir lebih dari satu juta orang, sehingga itu menambah kepadatan arus lalu lintas di sekitar itu,” ujar Dedie Rachim, dikutip Jumat (27/3/2026).

Dia menambahkan, kepadatan arus lalu lintas itu juga disebabkan karena fasilitas parkir di dalam Kebun Raya Bogor yang kurang.

“Di dalam Kebun Raya Bogor itu tidak ada fasilitas parkir, karena fungsinya sebagai kawasan konservasi yang tidak boleh dialihfungsikan,” terangnya.

Baca Juga: Tak Ada Toleransi, Pemkot Bogor Tegakkan Kesepakatan, Dedie Rachim: PKL Dilarang Jualan di Kawasan Pasar Bogor

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian kawasan tersebut, Pemkot Bogor mengambil inisiatif menyediakan lahan parkir di luar area kebun raya, yakni di eks Pasar Bogor dan Plaza Bogor.

“Kita Pemerintah Kota Bogor ingin memberikan dukungan supaya mereka tetap mempertahankan lahan konservasi. Pemerintah Kota Bogor akan membangunkan lahan parkirnya di eks Pasar Bogor dan Plaza Bogor,” ucapnya.

Dedie berharap langkah ini dapat menciptakan sinergi antara kebutuhan infrastruktur kota dan upaya pelestarian lingkungan.

Baca Juga: Pemkot Bogor Tertibkan PKL Pasar Bogor, Pedagang Diminta Segera Pindah ke Pasar Gembrong dan Jambu Dua

‘Ini langkah yang menurut saya saling terkait. Mudah-mudahan bisa saling menunjang, memberikan kontribusi, sinergi, dan kolaborasi,” tutup Dedie Rachim.