BOGOR, CEKLISSATU.COM - Sebanyak 68 pengawas Koperasi Merah Putih se-Kota Bogor mendapat pelatihan tata kelola dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Dinkukmdagin). 

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wali Kota Bogor Dedie Rachim itu bertujuan memperkuat peran pengawas dalam mewujudkan Koperasi Merah Putih yang akuntabel, transparan, dan berdaya saing, untuk membangun ekonomi kerakyatan yang maju dan inklusif.

Dedie Rachim mengatakan, Koperasi Merah Putih tidak dimaksudkan untuk bersaing dengan usaha masyarakat lainnya, tetapi untuk berjalan berdampingan dan maju bersama demi Indonesia yang lebih sejahtera.

Baca Juga: Tingkatkan Kompetensi Pengurus, Koperasi Merah Putih Kota Bogor Siap Kembangkan Potensi Lokal

"Tadi saya meminta para pengawas untuk memahami program Asta cita Presiden Prabowo Subianto. Presiden ingin agar daerah mengimplementasikan apa yang menjadi pemikiran dan harapannya. Koperasi Merah Putih ini diarahkan untuk mewujudkan ekonomi kerakyatan yang maju dan berkembang,” ujar Dedie Rachim.

Koperasi Merah Putih diharapkan benar-benar mampu menggerakkan ekonomi dari bawah melalui berbagai skema usaha. 

Misalnya, ikut berperan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), memanfaatkan limbah dari proses MBG, hingga mengembangkan bidang usaha lain, seperti klinik atau apotek, sembako, sayur mayur, dan sebagainya.

Baca Juga: Wali Kota Bogor Dedie Rachim Ajak Pengurus Koperasi Merah Putih Kembangkan Potensi Ekonomi Daerah

Dedie Rachim menegaskan, bahwa para pengawas perlu memahami konsep tersebut agar tidak muncul anggapan bahwa Koperasi Merah Putih bersaing dengan usaha rakyat lainnya.

"Tidak ada dan tidak boleh koperasi bersaing dengan usaha rakyat lainnya. Koperasi harus maju dan berjalan bersama," tegas Dedie Rachim.

Melalui pelatihan tersebut, diharapkan para pengawas dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam prinsip serta tata kelola koperasi.

Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok, Pemkot Bogor Gelar Pasar Murah di Kelurahan Genteng  

Selain itu, memperkuat kemampuan pengawasan dan pengendalian, menumbuhkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan, meningkatkan kinerja koperasi agar lebih efektif dan efisien, membangun kepercayaan anggota dan masyarakat.

"Serta menggali dan menggerakkan potensi ekonomi di wilayah masing-masing untuk meningkatkan kesejahteraan anggota," tutup Dedie Rachim.