BOGOR, CEKLISSATU.COM - Satu korban diduga keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) masih menjalani perawatan di RS Melania hingga Minggu (16/11/2025).

‎Camat Bogor Selatan, Irman Khaerudin menyebut, seluruh korban diduga keracunan MBG lainnya yang sempat dirawat telah dipulangkan. 

‎”Hari ini tinggal satu orang yang masih dirawat, tepatnya di RS Melania,” ujarnya kepada wartawan, Minggu 16 November 2025. 

‎Baca Juga: Puluhan Siswa SD di Bogor Diduga Keracunan MBG, Puskesmas Amankan Sampel Makanan

‎Kasus keracunan massal itu sebelumnya menimpa 50 siswa SD dan SMK setelah menyantap menu MBG yang didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 08 Batutulis pada Jumat (14/11/2025).

‎‎Lima siswa yang awalnya dibawa ke Puskesmas Bogor Selatan terpaksa dirujuk ke rumah sakit. 

Dari jumlah tersebut, empat siswa dirawat di RS Melania dan satu di RS Ummi. 

‎Baca Juga: 20 Siswa SDN Meruya Selatan 01 Mual dan Muntah Diduga Keracunan MBG, Tujuh Dilarikan ke RS

‎Irman memastikan belum ada laporan terkait penambahan korban.

“Kalau penambahan korban belum saya terima informasinya. Yang pasti kondisinya semua korban yang sempat dibawa ke rumah sakit sudah dipulangkan, dan satu orang yang masih dirawat mungkin dalam waktu dekat bisa segera pulang,” ucapnya.

‎ ‎Korban yang masih dirawat diketahui merupakan siswi SMK PUI.

Baca Juga: Ratusan Siswa Keracunan MBG di Bandung Barat, Kasus Nyaris Tembus 500 Korban, Salah Satunya Anak Anggota Dewan

Menurut Irman, gejala yang dialami serupa dengan siswa lain yang terdampak.

‎”Keluhan awal sama seperti yang lainnya, seperti pusing, mual, muntah, dan sempat pingsan juga untuk anak ini. Mudah-mudahan tidak ada hal lain dan kondisinya segera pulih,” tuturnya. 

‎‎Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno menyampaikan, pihaknya telah melakukan tindakan cepat untuk menangani para korban dugaan keracunan MBG, sekaligus menelusuri penyebab terjadinya keracunan massal tersebut.

‎Baca Juga: Banyak Dapur SPPG Tak Bersertifikat, Jenal Mutaqin Tegaskan Itu Sudah Jadi SOP

‎Retno menjelaskan, pada hari kejadian, SPPG Batutulis 08 mendistribusikan 3.992 porsi makanan untuk 17 sekolah melalui tiga kloter.

Dari total 50 korban, lima di antaranya yang dirujuk ke rumah sakit merupakan siswa SMK.

‎”Empat pasien dirawat di RS Melania dan satu pasien di RS Ummi,” jelasnya. 

‎Baca Juga: Program Bergizi Tapi Belum Higienis, 51 SPPG MBG Tidak Miliki Sertifikasi LHS

‎Seluruh korban melaporkan gejala yang hampir seragam, mulai dari mual, muntah, diare, BAB berdarah atau berlendir, demam, pusing, menggigil, berkeringat, hingga nyeri perut.