"Desa kini diposisikan sebagai subjek pembangunan yang memiliki kewenangan luas serta dukungan anggaran yang besar," tandas Hadijana.
Hadijana menyampaikan bahwa bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bogor bagi desa telah mengalami kenaikan signifikan, dari yang semula Rp1 miliar menjadi Rp1,5 miliar.
Namun, seiring dengan besarnya dana yang dikelola. Bupati Bogor mengingatkan para pemimpin desa untuk senantiasa memegang teguh prinsip good governance.
Baca Juga: Momentum Hari Ibu, Eva Rudy Susmanto Ajak Perkuat Peran Perempuan Dalam Pembangunan Nasional
Yakni transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan berkeadilan.
“Diharapkan para lulusan SPD angkatan V tahun 2025 mampu menjadi pemimpin yang "Cageur, Bener, Pinter" sehat jasmani dan rohani, benar dalam berperilaku, serta cerdas dalam mengambil keputusan,” ujar Hadijana.
Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet mengungkapkan, program Sekolah Pemerintahan Desa merupakan wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mencetak aparatur desa yang cerdas, profesional, dan adaptif terhadap perubahan.
Program ini digagas melalui IPB University bersama Fakultas Ekologi Manusia untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia desa melalui pendidikan formal.
“Desa merupakan fondasi utama pembangunan bangsa, mulai dari ketahanan pangan, keberlanjutan lingkungan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Alim.