Peran penting universitas ini juga disadari betul oleh Ketua Senat Akademik UI, Prof. Budi Wiweko. Ia menyebut bahwa perguruan tinggi merupakan inkubator ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menjadi tuas pendukung knowledge based economy di setiap negara di dunia. 

Namun, PTN-BH memiliki keterbatasan, di antaranya fleksibilitas yang terbatas, keuangan yang terbatas, dan maturnitas potensi lembaga yang sangat bervariasi, terutama dari skill entrepreneurial. Ini menunjukkan bahwa 25 tahun PTN-BH seperti quo vadis.

Baca Juga: Tugu Pancakarsa Kian Ikonik, Kujang Raksasa Siap Hiasi Bagian Atas, Telan Dana Rp 1 M
 
Untuk itu, dalam Sidang MSA PTN-BH, diadakan tiga diskusi panel dengan topik yang berbeda, yakni “Investasi Negara dan Transformasi dalam Pendidikan Tinggi, Riset, dan Inovasi”, “Best Practices Pengelolaan PTN-BH dalam Pendidikan, Riset, dan Inovasi”, serta “Benchmarking: Learning from Aboard and Industry”.
 
Poin hasil diskusi selanjutnya akan disusun dalam bentuk naskah akademik tentang model PTN-BH kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi; Kementerian Keuangan; dan Kementerian PPN/Bapennas. 

Poin tersebut mencakup kewajiban pemerintah dalam pembiayaan PTN-BH terkait investasi pendidikan, SDM, dan RIN; evaluasi terhadap kelembagaan dan moratorium PTN-BH; advokasi kajian model PTN-BH

Baca Juga: Diterjang Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga dan Bangunan Sekolah di Bojonggede Kabupaten Bogor

Serta kolaborasi antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi dalam menyelesaikan masalah-masalah di masyarakat.