BOGOR, CEKLISSATU.COM – Jelang Lebaran 1447 H/2026, Polresta Bogor Kota siagakan 1.418 personel untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik.

Apel gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya dipimpin langsung Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, di Mako Polresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Kamis (12/3/2026).

Dedie mengatakan, secara umum seluruh personel gabungan telah siap untuk melaksanakan Operasi Ketupat Lodaya 2026 dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.

Baca Juga: Polda Jawa Barat Terjunkan 26.982 Personel Siagakan Operasi Ketupat Lodaya 2026

“Kesiapan personel pada umumnya sudah siap untuk terjun mengamankan dan memastikan pelaksanaan mudik Lebaran 2026 bisa berjalan dengan lancar dan sukses,” ujar Dedie kepada wartawan.

Ia menambahkan, sesuai arahan Kapolri melalui surat edaran yang dibacakan dalam apel, masih terdapat sejumlah hal yang perlu dikoordinasikan dengan berbagai potensi masyarakat.

“Namun demikian, masih ada banyak hal yang harus dikoordinasikan, dikolaborasikan, dan disinergikan. Terutama potensi-potensi masyarakat yang nantinya bisa mengurangi beban tugas kepolisian, TNI, maupun pemerintah daerah,” jelasnya.

Baca Juga: Operasi Ketupat Lodaya: 5.000 Personel Gabungan Amankan Mudik Lebaran di 14 Titik Kabupaten Bogor

Menurut Dedie, unsur perbantuan dari masyarakat juga perlu dioptimalkan dan diberdayakan untuk mendukung kelancaran operasi pengamanan Lebaran.

“Insyaallah Bogor, dengan pimpinan dari Kapolresta dan Dandim, bersama Pemerintah Kota Bogor akan melaksanakan ikhtiar pengamanan mudik maupun arus balik secara maksimal agar masyarakat nyaman, aman, dan selamat,” ujarnya.

Terkait titik pengamanan, Dedie menyebut, terdapat beberapa lokasi yang menjadi fokus pengawasan selama operasi berlangsung.

Baca Juga: Jelang Hari Raya Idul Fitri Polresta Bogor Kota Gelar Rakor Operasi Ketupat Lodaya 2026, Ini yang Dibahas

“Secara umum Operasi Ketupat Lodaya ini sudah dilaksanakan bertahun-tahun. Ada enam titik utama, salah satunya Pos Baranangsiang sebagai pos terpadu. Totalnya ada tujuh titik pengamanan,” ujarnya.

Ia menambahkan, di titik-titik tersebut nantinya dapat diterapkan berbagai rekayasa lalu lintas sesuai kondisi di lapangan, seperti sistem buka-tutup jalur, contraflow, hingga ganjil-genap.

“Kapolri telah memberikan diskresi kepada kepolisian, khususnya Polresta Bogor Kota, untuk melakukan berbagai rekayasa lalu lintas tersebut demi memastikan arus mudik dan balik berjalan lancar,” tutupnya.