BOGOR, CEKLISSATU - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor mencatat selama tahun 2022 terdapat 86 kejadian kebakaran dan 986 kejadian penyelamatan.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Damkar Kota Bogor, Samson Purba bahwa dari keseluruhan kejadian kebakaran mayoritas disebabkan karena konsleting listrik, gas meledak dan kebakaran yang dipicu puntung rokok.
"Kalau paling banyak kebakaran akibat konsleting listrik. Makanya kami mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari terjadinya konsleting listrik ada baiknya masyarakat dalam penggunaan saklar dan sebagainya jangan bercabang-cabang agar arus listriknya tidak panas atau meledak serta rutin memeriksa kelistrikan terutama kabel-kabel yang sudah bertahun-tahun," ungkapnya.
Samson pun turut mengimbau kepada seluruh anggotanya bahwa harus siap siaga dan tugas piket tetap dijaga. "Kita ini pelayan masyarakat dan informasi masyarakat itu selalu ada yang tentunya harus di respon, bukan hanya kebakaran tapi juga penyelamatan," katanya.
Baca Juga : Tak Ada Penonton Tamu, 4.000 Personel Gabungan Awasi Pertandingan Persib vs Persija Jakarta
Sementara itu, terkait penambahan pos damkar baru, Samson mengaku belum ada sebab Dinas Damkar Kota Bogor masih memiliki 3 pos kesiapsiagaan pemadam dan penyelamatan.
"Belum ada penambahan pos tetapi lebih kita memperkuat kepada pasukan. Jadi personil ini kita berikan pelatihan-pelatihan yang lebih spesifik. Jumlah personil sekarang ada 105 anggota, meskipun bisa dikatakan SDM ini kurang, tetapi kita akan maksimalkan dengan penguatan-penguatan kemampuan," katanya.