BOGOR, CEKLISSATU - Lies Permana Lestari dikabarkan mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Jasa Transportasi (PDJT).
Mantan Direktur Pengembangan Bisnis PT Sarinah ini dilantik pada 2 Desember 2021 oleh Wali Kota Bogor Bima Arya. Lies mengundurkan diri terhitung per 1 Mei 2022.
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim membenarkan kabar pengunduran diri Lies Permana. Bahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah menunjuk Plt Dirut.
"Sudah ada Plt direktur dan Insya Allah meneruskan rencana pengembang Perumda jasa transportasi kedepannya. Namanya saya lupa yang pasti dia peringkat dua saat open bidding," kata Dedie saat dikonfirmasi, Senin 9 Mei 2022.
Saat disinggung apakah mundurnya Lies terkait tidak adanya gaji dan segudang permasalahan di tubuh PDJT terdahulu. Dedie menegaskan bahwa mundur Lies lantaran faktor teknis dan lebih memprioritaskan keluarga.
"Kalau gaji standar tentu ada. Kalau kurang mesti dicari dulu potensi pemasukan baru. Ya lebih kepada prioritas urusan keluarga," ungkapnya.
Namun yang pasti, kata Dedie, mundurnya Lies dari posisi dirut takkan memengaruhi jalannya perusahaan pelat merah ke depannya.
"Nggak berpengaruh. Saya mengapresiasi Ibu Lies Permana yang sudah memastikan Biskita bisa mengaspal dengan baik sampai saat ini. Bu Lies sangat membantu pemkot " ucapnya.
Dedie menyatakan bahwa prioritas pemkot saat ini adalah memperbaiki kinerja dan mencari peluang bisnis agar menyehatkan perusahaan sampai ada income yang nantinya bisa dipakai membayar hutang, gaji hingga perbaikan sarana prasarana.
Dedie menambahkan, Plt direktur harus bisa menjalankan beberapa program prioritas, di antaranya mempersiapkan perbengkelan dan SPBU yang telah dimatangkan.
"Kalau untuk periklanan dan sektor bisnis lain sedang dibahas," tandasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi PPP, Akhmad Saeful Bakhri menyangkan mundurnya Lies dari kursi direktur. Apalagi, Lies baru lima bulan menjabat sebagai direktur utama. Hal ini, sambung dia, justru akan menimbulkan banyak pertanyaan publik.
"Pasti publik bertanya, termasuk juga saya sendiri heran. Kenapa baru lima bulan koq mundur? Apa target Lies menjabat hanya untuk menghidupkan Biskita saja?," kata dia.
Pria yang akrab disapa Gus M ini juga mempertanyakan apakah sosok Lies tak sanggup menahan tekanan publik terkait penyelesaian permasalahan PDJT terdahulu.
"Atau apakah ada program dari yang bersangkutan tidak mendapat dukungan full dari pemkot?," ungkapnya.
Apabila spekulasi itu benar adanya, kata Gus M, pemkot sebaiknya tak gegabah menunjuk plt hingga mendefinitifkan. Sebab, dalam mengelola perusahaan transportasi yang dalam kondisi tidak memiliki uang. Dibutuhkan seseorang yang ulet, inovatif dan ahli di bidang pengembangan bisnis transportasi.
"Pemkot jangan gegabah menunjuk plt hingga mendefinitifkan. Harus ada kajian mendalam yang komprehensif dalam menunjuk seseorang. Harus orang yang tahan banting. Selain itu, alangkah baiknya jika sebelumnya duduk bareng dulu bersama DPRD untuk mencari solusi terbaik," ucapnya.
Jangan sampai, Perumda Jasa Transportasi yang kini tengah mencoba bangkit, malah terpuruk kembali seperti sebelumnya.