BOGOR, CEKLISSATU - Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengatakan permasalahan akses jalan utama yang dianggap menjadi penghambat pembangunan RSUD Parung telah selesai. 

Menurutnya, pengembang perumahan di kawasan itu telah menyerahkan lahan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk dijadikan akses jalan menuju RSUD Parung. 

Namun demikian, kata Iwan, Pemkab Bogor masih menunggu penyerahan lahan secara resmi dari pihak pengembang.

"Sebenarnya jalan ini sudah diserahkan ke kita. Cuma penyerahannya memang belum (resmi) dan kita akan dorong penyerahannya segera sehingga ketika dibangun tidak ada masalah," kata Iwan, Minggu 31 Juli 2022.

Dengan demikian, Pemkab Bogor tidak perlu menyewa atau membeli lahan tersebut seperti pada opsi semula. Iwan pun berharap rencana operasional RSUD Parung akhir tahun ini bisa terlaksana.

"Tidak, karena sudah disepakati tidak ada sewa. Karena asalnya memang diperuntukkan untuk fasum kita. Sekarang RSUD terus berjalan ya, insyaallah Desember kita akan launching jika tidak ada halangan," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, keinginan Pemkab Bogor untuk mengoperasikan RSUD Parung, di Desa Cogreg, Kecamatan Parung akhir tahun 2022, berpotensi tidak berjalan mulus.

Selain harus memenuhi alat-alat medis dan tenaga kesehatan, ambisi Pemkab Bogor tersebut terhambat oleh akses jalan utama rumah sakit yang ternyata milik pengembang perumahan di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina menyebutkan, ada sekitar 3.500 meter lahan milik pengembang sebagai akses utama menuju RSUD Parung.

"Sekitar 3.500 meteran milik pengembang , dengan lebar 7 meter dan panjang 500 meter," kata Mike.