JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Jakarta menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara yang tampil dalam World Cities Culture Forum (WCCF) 2025 atau forum budaya dunia di Amsterdam, Belanda.
Kehadiran itu menegaskan posisi Jakarta sebagai pusat kebudayaan dan ekonomi kreatif kawasan, sekaligus memperkuat diplomasi budaya Indonesia di kancah global.
Wakil Gubernur Rano Karno menyebut, partisipasi Jakarta di forum budaya duni itu menjadi langkah strategis untuk memperluas kolaborasi kreatif, menarik wisatawan, dan mendorong investasi berkelanjutan.
Baca Juga: Menteri Lingkungan Hidup Budayakan Jaga Kebersihan di Alun-Alun Kota Bogor
"Kebudayaan adalah bahasa universal yang mempertemukan kota-kota dunia. Dengan menjadi anggota WCCF, Jakarta memperkuat diplomasi budaya dan membuka jalan bagi kunjungan wisatawan, kolaborasi kreatif, dan investasi yang berkelanjutan," ujar Rano dikutip dari keterangannya, Minggu (19/10/2025).
Rano menambahkan, dirinya bersama Gubernur Pramono Anung, berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam isu-isu aktual kebudayaan, sejalan dengan visi menuju Jakarta 500 tahun, serta target 50 besar Kota Global Dunia.
Dijelaskan Rano, pada forum tersebut dalam sesi Global Café: Connect and Collaborate!, Jakarta mendapat kehormatan bersama Milan untuk melaksanakan “Leadership Exchange Program 2026”, program unggulan WCCF yang didukung Bloomberg Philanthropies.
"Program ini dirancang untuk mempercepat pembelajaran antar kota dan memperkuat kemampuan kepemimpinan budaya di tingkat global," jelas Rano.
Kolaborasi Jakarta–Milan mengangkat tema “Public Art and Co-Creation”. Jakarta memperkenalkan program “Titik Temu (The Meeting Point)”, yang memfasilitasi integrasi kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya di tingkat komunitas atau kampung.
Sementara Milan, melalui MUDEC (Museum Kebudayaan) dan Art in Public Spaces Office, mengusung strategi “Breaking the Museum Bubble”, yang memadukan seni urban dan aktivitas museum untuk menarik keterlibatan generasi muda.
Baca Juga: Program PaDi UMKM Jadi Langkah Nyata Disparbud Jabar Dorong Ekonomi Kreatif Melek Digital
Kedua kota akan saling belajar dalam merancang kebijakan publik berbasis seni yang inklusif.
Pertukaran delegasi antara Jakarta dan Milan akan dilakukan pada 2026, masing-masing melibatkan lima perwakilan dari setiap kota, yang seluruh pembiayaannya ditanggung WCCF.
Menutup kunjungannya, Rano Karno secara resmi menyampaikan kesediaan Jakarta untuk menjadi tuan rumah WCCF tahun 2027, bertepatan dengan peringatan 500 tahun Jakarta.
Baca Juga: Pameran Foto 1 Dekade PFI Bogor
"Banyak pihak menilai Jakarta memiliki posisi strategis sebagai pusat kebudayaan dan ekonomi kreatif di Asia Tenggara," tutupnya.