JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Tak hanya fokus pada kecepatan respons, BPBD DKI Jakarta juga mengusung misi ramah lingkungan dalam penanggulangan bencana. 

Lewat kendaraan listrik operasional yang diperkenalkan di Asia Disaster Management & Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) 2025 , BPBD DKI Jakarta menunjukkan bahwa kesiapsiagaan bisa berjalan seiring dengan keberlanjutan.

Mengusung tema besar ‘Toward Resilient Nations: Integrated Disaster Risk Reduction for South Asia’, BPBD DKI Jakarta menekankan pentingnya penerapan konsep pentahelix disaster sebagai fondasi pengurangan risiko bencana.

Baca Juga: Banjir Besar Terjang Bali: 14 Jiwa Meninggal Dunia, Ratusan Warga Mengungsi

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media menjadi kunci untuk mewujudkan ketangguhan bencana, khususnya di wilayah DKI Jakarta.

"Gempa bumi berpotensi terjadi di Jakarta, jadi masyarakat perlu terus meningkatkan kesiapsiagaan. Kehadiran BPBD di ADEXCO 2025 menjadi momen penting untuk mengedukasi warga tentang risiko dan cara menghadapinya," ujarnya dalam keterangannya, Minggu (14/9/2025).

Ia menyampaikan, salah satu inovasi yang ditampilkan BPBD DKI Jakarta adalah Mobil Simulator Gempa, yang menjadi sarana edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan warga terhadap ancaman gempa bumi.

Baca Juga: BPBD Kota Bogor Belum Terima Laporan Dampak Gempa Sukabumi

Isnawa menjelaskan, mobil simulator gempa dirancang agar masyarakat, terutama pelajar, dapat merasakan simulasi gempa dengan teknologi interaktif dan realistis.

"Mobil Simulator Gempa dilengkapi sistem komputer yang terhubung dengan alat simulator, sehingga partisipan bisa merasakan pengalaman guncangan seolah-olah terjadi gempa sungguhan," jelasnya.

Selain itu, BPBD DKI Jakarta juga memperkenalkan pengadaan motor listrik operasional sebagai inovasi untuk mempercepat mobilisasi petugas dalam aksi cepat tanggap saat keadaan darurat.

Baca Juga: Angin Kencang hingga Pohon Tumbang Timpa Dua Rumah Warga di Rawa Panjang Bojonggede

"Harapannya, pengalaman ini dapat menumbuhkan budaya sadar bencana sejak dini," ucapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD DKI Jakarta, Rian Sarsono menambahkan, inovasi tersebut merupakan bagian dari strategi memperkuat kesiapan personel dan masyarakat dalam menghadapi bencana.

BPBD DKI Jakarta ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses edukasi yang nyata sekaligus layanan darurat yang cepat.

Baca Juga: Lakukan Mitigasi, Pemkot Bandung Gelar Simulasi Tanggap Bencana

"Mobil Simulator Gempa adalah media edukasi, motor listrik operasional membantu mempercepat respon lapangan. Sementara Mobil Layanan Dukungan Psikososial memberi ruang pemulihan bagi korban bencana. Ketiganya saling melengkapi," ujarnya

"Dengan partisipasi aktif di ADEXCO 2025, Pemprov DKI Jakarta berharap dapat memperkuat budaya sadar bencana sekaligus mendorong sinergi lintas sektor dalam membangun Jakarta yang tangguh menghadapi bencana," tutupnya.