BOGOR, CEKLISSATU- Membahas Wilayah Sukajaya, Kabupaten Bogor memang tidak pernah habisnya, musababnya dua tahun sudah pasca benca banjir bandang dan longsor, pembangunan huntap atau hunian tetap sampai saat ini belum juga terealiasi.
Bukan hanya itu saja, saat ini di wilayah Kecamatan Sukajaya itu akses pendidikan belum tersentuh secara maksimal. Masih ada Puluhan anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Adz- Dzikri yang tinggal tinggal di Lebak Senab, Desa Cisarua Sukajaya terpaksa harus berjalan tiga kilometer untuk sampai ke gedung belajar.
“Gedung belajar utama yang berada didesa tetangga tepatnya di Kampung Cibarani, Desa Pasir Madang. keberadaan nya cukup jauh, bahkan kondisi Jalan yang dilaluinya juga sangat tidak memadai. Terlebih saat tiba hujan yang membuat jalan licin dan rawan longsor,”katak seorang guru PAUD Serli Setiawati kepada wartawan, Kamis 2 Juni 2022.
Ia menambahkan sebanyak 30 siswa/siswi berjalan kaki sejauh tiga kilometer, dirinya yang sudah lima tahun mengajar di PAUD Adz-Dzikri tersebut mengaku, banyak terkendala seperti Insfratruktur maupun fasilitas gedung belajar.
"Selama lima tahun saya mengajar disini, tentu sangat banyak kendala dengan tidak adanya gedung mengajar yang terletak di Kampung Lebak sanab, Desa Cisarua ini," ungkapnya kepada wartawan, saat pelepasan anak didiknya. Kemarin.
Selain itu, kata dia, akses jalan yang di lewati pun cukup sulit, sejauh tiga kilo meter dirinya harus berjalan kaki untuk sampai ke tujuan.
Dia berharap, kondisi tersebut harus menjadi perhatian khusus dari pemerintah, sebab tuntutan saat ini, sebelum masuk kelas I sekolah dasar (SD) anak sudah bisa membaca.
"Saya berharap nantinya murid ini bisa dibantu diberikan fasilitas yang layak, apalagi sampai bisa dibangunkan gedung sarana belajar yang bagus. Karena pendidikan itu tanggung jawab bersama, yang harus ada kerjasama dari pemerintah ataupun lembaga terkait," pungkasnya. Cepi