JAKARTA, CEKLISSATU – Indonesia memiliki potensi bisnis digital yang sangat besar, di mana dalam publikasi PT Nielsen Indonesia, Pasar e-Commerce Indonesia diperkirakan bakal mencapai 52 persen e-Commerce di kawasan Asia Tenggara.
Hal itu mendorong untuk kreatif dan Produktif dalam dunia digital.
Jurnalis Maulani Hidayati Surya mengatakan, pasar e-Commerce Indonesia pada 2025 akan mencapai US$ 46 miliar atau setara Rp 612 triliun dibanding pada 2015 yang baru mencapai US$ 1,7 miliar.
Baca Juga : Kemendag Blokir Ribuan Akun Penjualan Minyakita di E-Commerce
Jumlah pengguna internet di Indonesia yang mencapai lebih dari 100 juta pengguna, hal ini merupakan potensi yang dimiliki Indonesia.
“Oleh karenanya kita harus lebih peka dengan dunia digital, karena banyak sekali potensi yang bisa digali dengan masuknya dunia digital ini, salah satunya adalah peluang bisnis online,” ujar Maulani dalam webinar Ngobrol bareng Legislator dengan tema ‘Kreatif dan Produktif di Dunia Digital’, pada Senin 15 Mei 2023.
Sementara itu Dosen Fisip UPNVJ, Rizky Hikmawan mengatakan, pasar online menuntut kreatifitas tinggi dari para pebisnis.
Ekonomi kreatif, menurut dia, merupakan upaya pembangunan ekonomi secara berkelanjutan, melalui kreatifitas dengan iklim ekonomi berdaya saing dan memiliki cadangan sumber daya terbarukan.
“Ciri ekonomi kreatif itu, berbasis ide dan pemikiran kreatif, mudah berubah dan berkembang serta mengedepankan kolabora dan distribusi cepat dan fleksibel,” ujar Rizky.
Anggota Komisi I DPR, Hasanuddin mengatakan, transformasi digital yang dirasakan sekarang ini, harus dimaknai dengan sebaik-baiknya dan juga dengan bertanggung jawab.
“Data menunjukan betapa besarnya potensi digital yang dewasa ini kita rasakan. Semakin besar penetrasi masyarakat kepada digital, akan menjadikan potensi cakap digital masyarakat juga besar,” tutup dia.