JAKARTA, CEKLISSATU - Media sosial (medsos) adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu.
Berbicara soal kreatifitas, setiap orang memiliki kreatifitas yang berbeda dan juga memiliki cara tersendiri untuk menunjukannya kepada orang lain.
Medsos saat ini menjadi sarana yang banyak digunakan untuk menunjukan kreatfitas seseorang.
Baca Juga : BREAKING NEWS! Depo Pertamina Plumpang Terbakar
Kratifitas yang dibagikan ke media sosial juga memiliki nilai tambah bagi mereka yang memiliki kreatifitas tersebut. Mereka bisa dikenal oleh banyak orang dan juga bisa mendapat keuntungan dari medsos tersebut.
Go Online Coach, Lucky BO mengatakan, banyak yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi seorang digitalpreneur.
“Kita harus bisa mengubah problem menjadi project, bagaimana caranya mengubah handphone kuota internet dan media social menjadi income online. Selama kita memiliki 3 hal tersebut kita memiliki cukup modal untuk hasilkan income senilai upah minimum regional tanpa perlu keluar rumah (kerja dari mana saja),” kata Lucky.
Dia menambahkan, Belajar menjadi seorang konten creator, menurut hasil survey HyperAuditor di tahun 2020 atas 1.865 Conten Creator (Mikro) yang aktif berinteraksi dengan 10.000 Followers Online, memiliki income 20jutaan.
“Bagaimana caranya agar bisa menjadi content creator new multi income getter? Modalnya adalah 1 hari 1 konten, entah itu dengan menjual jasa, jual produk digital, jual produk, reseller – distributor, event – webinar berbayar, sponsor, advertisement, membership,” ungkapnya.
Sementara itu Dekan Fakultas Industri Kreatif Telkom University Bandung, Roro Retno Wulan mengatakan, inovasi merupakan upaya untuk menciptakan sesuatu yang bernilai bagi banyak orang.
Menurutnya, inovasi dapat diukur berdasarkan suatu terobosan baru yang dihasilkan oleh seseorang. Bagi setiap perusahaan, inovasi sangat dibutuhkan dalam proses pengembangan bisnis dan menghadapi kebuntuan atas produk yang biasa-biasa saja.
Baca Juga : Tiga Ekor Sapi Digasak Kawanan Pencuri di Tenjolaya
“Oleh karena itu, dengan berinovasi perusahaan dapat menghasilkan produk yang lebih menarik dan diterima oleh pasar,”ucap Retno.
Dia menambahkan, untuk dapat menyentuh konsumen tersebut, pelaku ekonomi kreatif harus mampu memanfaatkan media digital.
“Karena penggunaan teknologi digital menciptakan lingkungan kerja yang lebih modern.Terakhir, ekosistem digital juga punya potensi besar untuk meningkatkan omzet,” tambahnya.
Menurut Retno, digitalisasi mendobrak batas-batas antara produsen dan konsumen. Dengan begitu para pelaku ekraf sangat mungkin melakukan perluasan jaringan bisnis.
“Tidak hanya dengan konsumen, ekosistem digital juga membuka peluang dengan perusahaan lain yang dapat membantu operasional,” imbuhnya.
Selanjutnya Anggota Komisi I DPR, Junico B.P. Siahaan mengatakan, penduduk Indonesia didominasi oleh milenial dan Generasi Z.
“Penggunaan internet saat ini di dominasi oleh kaum Milenial. Banyak yang dapat dilakukan di dunia digital dan masyarkat harus beradaptasi,” kata Junico.
“Kenali peluangnya dengan berjualan memanfaatkan dunia digital,” lanjutnya.
Terakhir, Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegaskan kita sedang menghadapi era disubsi teknologi.
“Untuk mengahadapi hal tersebut, kita semua harus mempercepat kerjasama kita dalam mewujudkan agenda trasnformasi digital Indonesia,” kata Semuel.
Semuel mengatakan, bersama-sama wujudkan cita-cita bangsa Indonesia dengan menjadikan masyarakat madani berbasis teknologi.
“Kemampuan yang kita miliki serta keunggulan yang terus dijaga akan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang hebat dan besar, serta menjadi unggul dalam segi sumber daya manusia,” tutup Semuel.