BOGOR, CEKLISSATU.COM – Kenaikan harga daging sapi di tingkat Rumah Potong Hewan (RPH) mulai berdampak pada pedagang serta menyebabkan menurunnya minat beli masyarakat.
Harga daging di Pasar Cibinong mengalami kenaikan dan kini berada di angka Rp135 per kilogram.
Kenaikan harga daging sapi tersebut mulai dirasakan sejak akhir November dan berdampak pada penurunan daya beli masyarakat.
Baca Juga: Awasi Peredaran Daging Hewan Nonpangan, DPRD DKI Dorong Pelibatan Masyarakat J
Badul (24), pedagang daging sapi di Pasar Cibinong, mengatakan harga saat ini sudah tidak bisa lagi ditahan seperti sebelumnya.
“Sekarang itu Rp135 ribu per kilonya. Udah ada yang nyoba Rp140 per kilo, masih belum kuat sih,” ujar Badul kepada ceklissatu.com, Kamis (22/1/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan harga daging sapi dipicu oleh meningkatnya harga modal daging sejak akhir November.
Baca Juga: Harga Telur dan Daging Ayam Kompak Naik di Jawa Barat, Ini Penyebabnya
“Dari November akhir. Awalnya itu masih naik sedikit-sedikit. Cuman dari modalan dagingnya aja. Bahwa untuk harga jual kita masih standar. Masih di angka 130,” kata dia.
Seiring berjalannya waktu, ujar Badul, pedagang akhirnya menyesuaikan harga jual.
Daging sapi yang sebelunya dijual di kisaran Rp125–130 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp135 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram.
Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Cabai dan Daging di Pasar Cibinong Bogor Merangkak Naik
“Kalau kita ngambil dari bandar lagi itu sehari 70–80 kilo,” katanya.
Kendati demikian, kata Badul, kenaikan harga daging sapi berdampak langsung terhadap jumlah pembeli.
Saat menghadapi konsumen yang menawar, Ia mengatakan, pedagang hanya bisa memberikan penjelasan terkait kondisi harga di pasar.
Baca Juga: Korea Selatan Sahkan Undang-Undang Pelarangan Penjualan Daging Anjing
“Ya paling kita bantu ngejelasin ke dia. Syukur-syukur dia mau beli. Kalau nggak ya paling lewat,” katanya.