JAKARTA, CEKLISSATU - Industri electronic vehicle (ev) atau kendaraan listrik Indonesia bakal dikabarkan bakal segera mengekspor baterai ke Amerika.
Hal itu membuat mimpi Indonesia menjadi pemain besar dalam kendaraan listrik di pasar global segera tercapai.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto dalam pertemuan dengan Gina Raimondo, Menteri Perdagangan Amerika di sela-sela Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF), akhir Mei lalu.
Baca Juga : Kendaraan di Istana Kepresidenan Bakal Berbasis Kendaraan Listrik
“Indonesia siap untuk bekerja sama dalam pengembangan kendaraan listrik, khususnya sebagai pemasok baterai kendaraan listrik ke Amerika Serikat”, kata Airlangga, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Perekonomian, Minggu 4 Juni 2023.
Keberhasilan ekspor baterai kendaraan listrik itu akan menjadi batu loncatan bagi Indonesia mengirimkan produk baterai kendaraan listrik dalam negeri ke pasar mancanegara.
Pengembangan industri EV di Indonesia saat ini masih sekadar membangun pabrik baterai kendaraan listrik dengan menggaet investor ternama, seperti LG Energy Solution dan Hyundai Motor Group bekerja sama dengan PT. Industri Baterai Indonesia (Indonesia Battery Corporation).
Indonesia dengan kekayaan nikelnya jadi tempat menjanjikan bagi para investor untuk pengembangan industri kendaraan listrik.
Terlebih, menurut Data US Geological Survey, cadangan nikel Indonesia menempati peringkat pertama di dunia dengan jumlah mencapai 21 juta ton, atau sekitar 22 persen dari cadangan global.
Selain itu, produksi nikel Indonesia juga menduduki peringkat pertama di dunia dengan jumlah sebesar 1 juta ton. Jumlah ini melampaui Filipina (370.000 ton) dan Rusia (250.000 ton).
Pabrik baterai EV hasil kerja sama Indonesia dengan investor mancanegara kini masih dalam tahap perencanaan dan memiliki target mulai diproduksi pada awal semester pertama 2024.