BEKASI, CEKLISSATU.COM - Anggota DPRD Kota Bekasi, Muhammad Kamil Syaikhu, yang akrab disapa Bang Kamil, menerima berbagai aspirasi dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta warga Pasar Teluk Buyung saat Reses II.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat meminta Pemerintah Kota Bekasi memberikan dukungan yang lebih nyata terhadap pengembangan UMKM. 

Harapan itu mencakup perluasan promosi produk, peningkatan kualitas usaha, hingga kemudahan memperoleh akses pembiayaan untuk UMKM.

Baca Juga: Kawal Reses II 2026, Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi Minta Tiap RW Fokus pada 2 Skala Prioritas Ini

Menanggapi aspirasi tersebut, Bang Kamil menilai pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan menyediakan lokasi untuk berdagang. 

Menurutnya, pelaku usaha membutuhkan ekosistem yang mendukung agar mampu berkembang, meningkatkan daya saing, dan menjangkau pasar yang lebih luas. 

Salah satu upaya yang didorong adalah menghadirkan Peraturan Daerah (Perda) Ekonomi Kreatif sebagai payung hukum untuk memperkuat sektor usaha kreatif dan UMKM di Kota Bekasi.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Faisal Dorong Keseimbangan Ekonomi Warga dalam Penataan Kota

"Pemerintah harus hadir mendampingi UMKM Teluk Buyung, mulai dari promosi, peningkatan kualitas produk, penguatan citra usaha, hingga akses pembiayaan. Jangan biarkan mereka berjuang sendiri," ujarnya, Minggu (12/7/2026).

Warga juga mendesak disusunnya Peraturan Daerah tentang Ekonomi Kreatif, sebagai payung hukum sekaligus panduan pembangunan kawasan terarah, berkelanjutan, dan berpihak pada pelaku lokal. 

Bang Kamil menilai, usulan ini sangat strategis mengingat Bekasi memiliki potensi besar dari segi jumlah anak muda, komunitas, dan pelaku usaha.

Baca Juga: Komisi VII DPR Dorong Dukungan Nyata Pemerintah untuk Industri Kreatif  Studio Alam Gamplong, DIY

"Kita butuh kebijakan yang mampu menyatukan seluruh potensi itu menjadi kekuatan ekonomi baru bagi Kota Bekasi," jelasnya.

Langkah konkret yang didorong adalah mengembangkan Pasar Teluk Buyung menjadi pusat kuliner, ekonomi kreatif, dan ruang berkumpul anak muda.

Visi besarnya, menjadikan kawasan ini setara dengan Blok M Jakarta, pusat kegiatan yang hidup, beridentitas kuat, dan menjadi tujuan utama generasi muda.

"Bukan sekadar meniru, tapi mengambil semangatnya: kawasan yang hidup, kreatif, nyaman, dan menggerakkan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: DPRD Kota Bekasi Bahas 3 Agenda Strategis, LHP BPK dan Pertanggungjawaban APBD 2025 Jadi Sorotan

"Bayangkan jika Teluk Buyung memiliki agenda kreatif rutin, tempat kuliner yang tertata, ruang bagi komunitas dan anak muda, serta UMKM lokal yang terus dipromosikan. Anak muda datang, UMKM berkembang, lapangan kerja tercipta, dan ekonomi masyarakat bergerak," tambahnya.

Penataan kawasan, penyelenggaraan acara rutin, festival kuliner, ruang komunitas, hingga promosi gencar lewat media sosial menjadi langkah yang diusulkan.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk mendorong penguatan UMKM dan ekonomi kreatif sebagai salah satu kekuatan ekonomi masa depan Kota Bekasi.

Baca Juga: Lantai 2 Pasar Jambu Dua Disulap jadi Sentra Kuliner dengan Pelaku UMKM Kota Hujan

"Potensi Kota Bekasi sangat besar. Tugas kita adalah menciptakan ekosistemnya. Pemerintah hadir, regulasi mendukung, anak muda diberikan ruang, dan UMKM diperkuat. Dengan kolaborasi, kita optimistis Teluk Buyung bisa tumbuh menjadi salah satu ikon ekonomi kreatif baru di Kota Bekasi," ucapnya.

Bang Kamil menegaskan, komitmennya memperjuangkan aspirasi ini agar terwujud dalam program nyata pemerintah kota. 

"Dengan dukungan regulasi, peran aktif pemerintah, dan kolaborasi semua pihak, Teluk Buyung kelak bakal menjadi ikon ekonomi kreatif baru yang membanggakan Kota Bekasi," tutupnya.