BEKASI, CEKLISSATU.COM - Era baru manajemen lingkungan yang berkelanjutan segera dimulai di Kota Bekasi.
Kehadiran proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bantargebang digadang-gadang bakal mengubah total paradigma pengelolaan limbah di tanah air.
Infrastruktur modern itu dirancang dengan kapasitas luar biasa, yakni mengolah hingga 1.500 ton sampah per hari.
Selain memangkas volume timbunan sampah secara signifikan, megaproyek ini diproyeksikan mampu memasok energi listrik bersih sebesar 15 Megawatt (MW).
Baca Juga: Begini Cara Kerja PSEL di Bogor dan Dampaknya bagi Lingkungan
Langkah inovatif berbasis teknologi canggih ini mendapat apresiasi positif dari Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi.
Ia menilai integrasi sistem digital sangat penting untuk menjamin efisiensi dan transparansi di lapangan.
"Melalui sistem mutakhir ini, seluruh tahapan pengolahan sampah bisa dipantau secara langsung (real-time) lewat dashboard digital," ungkap Sardi, Kamis (2/7/2026).
Sardi optimistis PSEL Bantargebang akan menjadi pionir yang merevolusi tata kelola sampah di tingkat nasional.
Ke depannya, PSEL Bantargebang tidak sekadar memproduksi listrik, melainkan bertransformasi menjadi pusat edukasi lingkungan hidup serta pengembangan teknologi energi terbarukan bagi publik.
Ia menekankan keberhasilan proyek strategis ini sangat bergantung pada komitmen dan kolaborasi kuat dari seluruh pemangku kepentingan.
"Jika DPRD, Pemkot Bekasi, pemerintah pusat, investor, hingga masyarakat saling bersinergi, pembangunan PSEL Bantargebang dijamin mulus. Ini akan menjadi tonggak sejarah lahirnya kawasan energi hijau yang bersih dan modern di Bekasi," tandasnya.
Comment