BEKASI, CEKLISSATU.COM - DPRD Kota Bekasi menegaskan penanganan sampah, banjir, dan kemacetan menjadi tiga prioritas utama dalam pembangunan daerah.
Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi menyebut berbagai langkah strategis tengah disiapkan, mulai dari pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), penguatan infrastruktur pengendali banjir, hingga pembangunan flyover untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
Sardi menjelaskan, salah satu solusi jangka panjang persoalan sampah adalah pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bantargebang. Menurutnya, fasilitas tersebut akan mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus mengubah sampah menjadi energi.
"PSEL akan menjadi solusi bertahap dalam mengurangi penumpukan sampah karena limbah nantinya diolah menjadi energi listrik," ujar Sardi saat Reses II Tahun Anggaran 2026 DPRD Kota Bekasi, Kamis (9/7/2026).
Ia menambahkan, pengelolaan sampah di tingkat lingkungan juga harus diperkuat melalui bank sampah.
Program itu dinilai dapat meningkatkan kepedulian masyarakat sekaligus memberi nilai ekonomi dan didukung melalui dana hibah Rp100 juta untuk setiap RW.
Baca Juga: Begini Cara Kerja PSEL di Bogor dan Dampaknya bagi Lingkungan
Selain itu, Sardi mengatakan penanganan banjir terus dilakukan melalui optimalisasi Polder Air VIP, pembangunan drainase, pemasangan U-Ditch, hingga pengerukan sungai yang terintegrasi dengan Kabupaten Bekasi.
Untuk perbaikan lingkungan, ia meminta warga bersama pengurus RW menentukan satu ruas jalan yang diprioritaskan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2026.
"Karena wilayah ini rawan banjir, saya memilih pengecoran jalan dibanding pengaspalan. Tentukan jalan yang paling membutuhkan perbaikan," katanya.
Ia juga mengungkapkan pemerintah pusat telah menyiapkan pembangunan Flyover Stasiun Bekasi untuk membantu mengurai kemacetan di kawasan tersebut.
"Mudah-mudahan pembangunan Flyover Stasiun Bekasi dapat mengurangi kepadatan lalu lintas," ucapnya.