BOGOR, CEKLISSATU -  Meningkatkan kebiasaan literasi siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar(SD) hingga Sekolah Menengah pertama(SMP), Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik(FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) hadirkan perpustakaan keliling(PUSLING) ke Desa Cisalada Kabupaten Bogor.

Kegiatan yang berlangsung di SMP As Sulthan ini menghadirkan dua sesi inklusif, diantaranya sesi pertama dihadirkan siswa-siswi SDN Cukanggaleuh dengan fokus bacaan bersifat reaktif dan imajinatif, serta pada sesi berikutnya dilanjut oleh siswa-siswi MTS (Madrasah Tsanawiyah) As Sulthan dengan penuh antusias.

Perpustakaan keliling (Pusling) merupakan salah satu program berkelanjutan dari perpustakaan Kabupaten Bogor untuk meningkatkan minat siswa tingkat dasar hingga tingkat atas dalam membentuk kebiasaan membaca pada anak-anak.

Baca Juga: FISIP UNIDA Perkuat Kompetensi Dosen melalui Pelatihan Penyusunan RPS Berbasis OBE Bersama Ketua Umum ASPIKOM

Asep Gunawan selaku staff ekspedisi perpustakaan menjelaskan bahwa menggencarkan akses literasi kepada masyarakat Kabupaten Bogor perlu didukung oleh akses yang memadai, salah satunya dengan menghadirkan Pusling kepada masyarakat di Desa Cisalada ini. Dalam sambutanya Asep menambahkan “Jenis-jenis buku pada Pusling sangat bervariatif, sehingga siswa-siswi dapat membaca buku non edukasional sekalipun. Tentunya hal ini mendukung pula dalam daya imajinatif anak”ujarnya.

Selain itu, acara semakin lebih berkesan ketika memasuki pemaparan materi dengan topik “Literasi Digital” yang disampaikan oleh Ruhimat, dosen ekspert FISIP UNIDA dalam bidang literasi dan digitalisasi kepada peserta.

Menurutnya literasi tidak hanya terbatas pada ruang kontemporer namun dapat dieksplorasi juga pada wadah digital seperti pada smartphone genggam yang biasa digunakan sehari-hari.

Baca Juga: Menghidupkan Nilai Ketauhidan, Mahasiswa KKN FISIP UNIDA Hadir dalam Muhadoroh Akbar Al Basriyyah

Dengan demikian menumbuhkan kebiasaan membaca sedari dini perlu ditingkatkan untuk menunjang kemajuan teknologi di masa mendatang, di sela sambutanya Ruhimat pun membubuhkan bahwa “Kegiatan pusling mungkin punya waktu yang singkat namun dampaknya harus berjangka panjang” tambahnya. 

Selama kedua sesi tersebut berlangsung antusias siswa-siswi sangat melonjak signifikan, para siswa mengakui bahwa Pusling perdana mereka rasakan di sekolahan.

Kahfi mengakui kegiatan ini sangat bermanfaat dan menyenangkan, dalam wawancaranya Kahfi menyebutkan “adanya perpustakaan kaya ini sangat bermanfaat terutama untuk Saya yang suka membaca dan sekaligus menyenangkan”ungkapnya.

 Selain itu Raisa peserta lainya pun menumpahkan kesan hangatnya selama kegiatan ini berlangsung, menurutnya “Kagiatan ini seru sekali apalagi bertemu Kakak-Kakak yang baik dalam membuat kegiatan ini”ujarnya.

Kegiatan inspiratif ini sukses mendatangkan respon berkesan baik bagi penyelenggara maupun peserta. Dengan demikian Pusling bukan hanya wadah bagi siswa-siswi dalam mendapatkan ilmu, namun menjadi perantara antara motivasi membaca dengan akses yang memadai di lingkungannya.

Ade Pramitha