BOGOR, CEKLISSATU – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (Unida) Bogor terus memperkuat jejaring kerja sama internasional melalui penyelenggaraan International Short Course dan Student Mobility bersama Universiti Geomatika Malaysia. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 24 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan akademik dan pengalaman internasional bagi mahasiswa.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan secara langsung melalui interaksi akademik lintas negara. Kehadiran mahasiswa dari Universiti Geomatika Malaysia juga memberikan kesempatan bagi sivitas akademika FISIP Unida untuk bertukar pengalaman, perspektif, serta pemahaman mengenai perkembangan ilmu sosial dan politik dalam konteks global.

Dekan FISIP Universitas Djuanda, Dr. Rita Rahmawati, M.Si., menyampaikan bahwa kerja sama internasional tersebut merupakan langkah strategis untuk memperluas pengetahuan sekaligus meningkatkan dampak akademik dari program studi yang berada di lingkungan FISIP, khususnya Program Studi Administrasi Publik dan Program Studi Sains Komunikasi.

Baca Juga: Rektor UNIDA Tekankan Pendidikan, Penguatan Karakter dan Ketauhidan sebagai Wujud Mengisi Kemerdekaan

“Kerja sama internasional ini menjadi bagian penting dalam upaya memperluas pengetahuan dan dampak dari Program Studi Administrasi Publik dan Sains Komunikasi. Melalui interaksi dengan perguruan tinggi dan mahasiswa dari luar negeri, kami ingin membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan perspektif yang lebih luas bagi mahasiswa maupun dosen,” ujar Dr. Rita.

Menurutnya, kegiatan international short course dan student mobility tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk memiliki wawasan global. Pengalaman belajar bersama mahasiswa dari negara lain diharapkan dapat meningkatkan kemampuan adaptasi, komunikasi lintas budaya, serta kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan dunia yang semakin terhubung.

Wakil Dekan Nonakademik FISIP Universitas Djuanda, Irma Purnamasari, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi konkret dari kerja sama internasional yang telah dibangun antara Universitas Djuanda dengan Universiti Geomatika Malaysia.

“International short course ini merupakan implementasi dari kerja sama internasional antara Universitas Djuanda dengan Universiti Geomatika Malaysia. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus memberikan pengalaman internasional yang bermakna bagi mahasiswa,” ungkap Irma.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemaparan materi yang berkaitan dengan bidang keilmuan yang dikembangkan di FISIP. Ketua Program Studi Administrasi Publik memberikan penjelasan mengenai Administrasi Publik, mulai dari ruang lingkup keilmuan, peran administrasi publik dalam penyelenggaraan pemerintahan, hingga tantangan tata kelola pemerintahan di tengah perubahan lingkungan global.

Pemahaman mengenai Administrasi Publik menjadi penting karena perkembangan pemerintahan saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan pengelolaan administrasi internal, tetapi juga mencakup isu-isu global seperti transformasi digital, pelayanan publik, kolaborasi antarlembaga, partisipasi masyarakat, serta kebutuhan membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif dan responsif.

Baca Juga: Guna Meningkatkan Pengembangan UMKM Cisalada, Mahasiswa FISIP UNIDA Bantu Salurkan Pembuatan NIB

Sementara itu, Ketua Program Studi Sains Komunikasi Universitas Djuanda, Robby Firliandoko, memberikan materi mengenai komunikasi pembangunan dalam perkembangan global. Materi tersebut mengangkat bagaimana komunikasi memiliki peran strategis dalam mendukung proses pembangunan, terutama dalam menyampaikan informasi, membangun partisipasi masyarakat, mengembangkan kapasitas komunitas, serta menjembatani berbagai kepentingan dalam proses pembangunan.

"Komunikasi pembangunan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan perubahan masyarakat global. Karena itu, komunikasi tidak hanya dipahami sebagai proses penyampaian pesan, tetapi juga sebagai instrumen untuk mendorong perubahan sosial, membangun kolaborasi, serta memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pembangunan," katanya.

Melalui International Short Course dan Student Mobility tersebut, FISIP Universitas Djuanda berharap hubungan akademik dengan Universiti Geomatika Malaysia dapat terus berkembang dan menghasilkan berbagai bentuk kolaborasi baru, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan kapasitas mahasiswa.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen FISIP Universitas Djuanda untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan keilmuan, tetapi juga membekali mahasiswa dengan pengalaman internasional dan perspektif global. Dengan demikian, mahasiswa Administrasi Publik dan Sains Komunikasi diharapkan mampu berkontribusi secara lebih luas dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan dan perubahan sosial di tingkat nasional maupun global.