KOTA BOGOR, CEKLISSATU.COM - Akademi Kebidanan (Akbid) Prima Husada sosialisasikan giat Praktik Komunitas Masyarakat Desa (PKMD) di Aula Kantor Kelurahan Kertamaya, Kota Bogor, pada Jumat (28/11/2025). 

Kegiatan ini menjadi yang pertama kalinya diselenggarakan di wilayah kota setelah sebelumnya PKMD lebih banyak dilaksanakan di tingkat kabupaten.

Wadir 3 Bidang Kemahasiswaan Akbid Prima Husada, Santi Aryandini menjelaskan, PKMD merupakan kegiatan praktik lapangan yang mirip dengan program KKN di perguruan tinggi umum. 

Baca Juga: UI Umumkan Sembilan Dekan Fakultas dan Direktur Vokasi Terpilih 2025-2029, Ini Nama-namanya

Kegiatan ini akan berlangsung selama 11 hari, mulai 5 hingga 16 Januari 2026, dengan total 54 mahasiswi kebidanan yang diterjunkan ke masyarakat.

“Kegiatan ini kalau di universitas namanya KKN. Di kami, namanya PKMD. Mahasiswi akan mengaplikasikan pembelajaran yang sudah dipelajari di kampus untuk langsung terjun ke masyarakat, terutama terkait kesehatan ibu, anak, remaja, hingga lansia,” ujar Santi saat ditemui usai kegiatan.

IMG_20251128_134655.webp
SOSIALISASI: Akademi Kebidanan (Akbid) Prima Husada sosialisasikan giat Praktik Komunitas Masyarakat Desa (PKMD) di Aula Kantor Kelurahan Kertamaya, Kota Bogor, pada Jumat (28/11/2025). FOTO: ACHMAD JUMAEDI/CEKLISSATU.COM

Pemilihan Kelurahan Kertamaya didasarkan pada koordinasi antara Akbid Prima Husada, Puskesmas Cipaku, dan pihak kecamatan. 

Baca Juga: Lintasan Atletik PPOPM Kabupaten Bogor Hampir Rampung, Pemasangan Rubber Tuntaskan Tahap Akhir Pembangunan

Dari beberapa kelurahan yang direkomendasikan, Kertamaya dinilai paling sesuai untuk menampung 54 mahasiswi yang nantinya akan ditempatkan di 9 RW, masing-masing enam orang.

“Biasanya kami melakukan PKMD di kabupaten, jadi ini yang pertama kalinya di kota. Dari beberapa rekomendasi, Kertamaya dipilih karena jumlah mahasiswi cukup banyak dan wilayah ini belum sering menjadi lokasi praktik,” jelasnya.

Sosialisasi ini dilakukan agar masyarakat tidak terkejut dengan kehadiran para mahasiswi selama kegiatan berlangsung. Pengurus kelurahan, RW, dan RT diundang untuk mendapatkan informasi langsung terkait pelaksanaan program.

Baca Juga: Pasar Jambu Dua Kota Bogor Resmi Kantongi Sertifikat SNI dan Kota Bogor Mendapatkan Penghargaan Daerah Tertib Ukur dari Kementerian Perdagangan RI

“Kami ingin masyarakat mengetahui sejak awal agar tidak kaget. Sosialisasi ini supaya RW dan RT bisa menyampaikan kepada warganya bahwa mulai 5 sampai 16 Januari akan ada mahasiswi kebidanan yang melakukan kegiatan PKMD,” ujar Santi.

Selain menerapkan ilmu yang telah dipelajari, para mahasiswi juga akan membawa pesan khusus dari Puskesmas dan Kecamatan. 

Materi edukasi yang menjadi fokus meliputi penurunan stunting, PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), serta pencegahan pernikahan dini. 

Baca Juga: Tim Sumpitan Kota Bogor Sabet Emas di Invitasi Ortrad Jabar 2025 Bukti Pembinaan Olahraga Tradisional Terus Menghasilkan Prestasi

Mereka juga diminta membuat video edukasi sebagai bentuk pendekatan visual kepada masyarakat perkotaan.

“Kami juga diminta membuat video edukasi karena masyarakat di wilayah kota lebih menyukai edukasi visual,” kata Santi.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh peserta PKMD merupakan mahasiswi, karena program kebidanan hanya menerima perempuan.

Baca Juga: DPPKB Kota Bogor Sosialisasi dan Finalisasi Desain Besar dan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2045

Sementara itu, Camat Bogor Selatan, Irman Khaerudin, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan PKMD yang digelar Akbid Prima Husada. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat ganda, baik bagi masyarakat maupun pemerintah setempat.

“Yang pertama, kami mendukung kegiatan praktik komunitas ini. Selain tujuan utama terkait kebidanan, saya meminta para mahasiswi membantu memberikan edukasi tentang stunting dan pencegahan pernikahan dini,” ujar Irman.

Camat Irman juga meminta agar para mahasiswi melaporkan temuan di lapangan yang berkaitan dengan kesehatan dan pendidikan kepada kelurahan atau Puskesmas.

Baca Juga: Sebanyak 136 Kader Wawasan Kebangsaan Kota Bogor Ikut Pembinaan, Ini Tugasnya

“Mata pemerintah itu terbatas. Temuan-temuan di lapangan menjadi sumber informasi bagi kami agar bisa ditindaklanjuti,” jelasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk mendukung kegiatan PKMD dan tidak ragu menyampaikan kondisi yang ditemukan di lingkungan, termasuk potensi pernikahan dini.

“Kalau ada anak yang mau menikah tetapi masih di bawah umur, sampaikan saja. Edukasi harus diberikan agar pernikahan sesuai aturan,” tegasnya.

Baca Juga: Kota Bogor Dinilai Layak Jadi Role Model Penguatan Wawasan Kebangsaan

Irman berharap kegiatan PKMD ini mampu membantu menurunkan angka stunting serta menemukan prioritas masalah kesehatan di wilayah Kertamaya.

“Minimal target saya tidak ada stunting baru lagi. Lokus-lokus masalah kesehatan tolong ditunjukkan. Selain menambah ilmu bagi mahasiswi, kegiatan ini juga berdampak positif bagi pemerintah,” tutupnya.