BOGOR, CEKLISSATU – Upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan performa atlet disabilitas di Kabupaten Bogor kini memasuki babak baru. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong dan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor resmi memfinalisasi draf Perjanjian Kerja Sama (PKS) layanan kesehatan bagi atlet disabilitas, Selasa (2/12/2025).

Pembahasan finalisasi draf dilaksanakan di ruang rapat sekretariat NPCI Kabupaten Bogor yang berada di Gate 5 Stadion Pakansari, Cibinong. Rencananya, PKS tersebut akan ditandatangani oleh Direktur RSUD Cibinong, Yukie Meistisia A. Satoto, dan Ketua NPCI Kabupaten Bogor, Muhammad Misbah.

Kerja sama ini menjadi komitmen kedua pihak dalam memperkuat dukungan kesehatan kepada para atlet disabilitas yang tengah dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan bergengsi, baik nasional maupun internasional.

Baca Juga: NOC Indonesia Sambut Positif Keputusan Pemindahan Sejumlah Venue SEA Games 2025 Demi Keselamatan Atlet

Layanan Kesehatan Komprehensif untuk Atlet

Melalui kolaborasi ini, RSUD Cibinong akan menyediakan berbagai layanan kesehatan berkualitas meliputi:

Pemeriksaan kesehatan berkala

Layanan rehabilitasi medik & fisioterapi

Pendampingan gizi, kesehatan mental, dan kebugaran

Tenaga medis untuk latihan dan pertandingan

Edukasi dan penyuluhan kesehatan setiap bulan

Skrining dan penjaringan calon atlet disabilitas potensial usia 20–25 tahun


Dalam pelaksanaannya, RSUD Cibinong juga wajib memberikan pelayanan sesuai standar rumah sakit, menginformasikan tarif layanan, serta menyediakan sistem rujukan bila diperlukan. Sementara NPCI Kabupaten Bogor bertugas menyediakan data atlet dan menanggung biaya layanan kesehatan sesuai ketentuan.

Kemudahan juga diberikan dalam kondisi kegawatdaruratan, di mana atlet dapat menggunakan kartu anggota NPCI sebagai bukti sementara untuk mendapatkan layanan tanpa surat rujukan.

Berlaku Hingga 2029

PKS ini berlaku selama empat tahun, terhitung 5 Desember 2025 hingga 4 Desember 2029, dengan opsi perpanjangan yang bisa diajukan satu bulan sebelum masa kontrak berakhir. Kerja sama dapat dihentikan apabila salah satu pihak tidak memenuhi kewajiban atau terjadi kondisi force majeure.

Baca Juga: 120 Talenta Muda Bersaing di Kejurprov Modern Pentathlon Jakarta

Harapan Besar untuk Prestasi Atlet Disabilitas Bogor

Ketua NPCI Kabupaten Bogor, M. Misbah, menyampaikan rasa bangga dan optimisme atas kerja sama ini.

"Kerja sama ini bertujuan mendukung pembibitan dan peningkatan prestasi atlet melalui penyediaan fasilitas pemeriksaan kesehatan dan penanganan cedera yang optimal,” ungkapnya.

Senada dengannya, Sekretaris Umum NPCI Kabupaten Bogor, Ripin Sembiring, menilai kolaborasi ini sebagai langkah bersejarah.

"Kerja sama ini benar-benar menjadi pilot project yang sangat bagus. Saya optimis ini akan menjadi langkah awal bagi kami dalam membuka peluang kerja sama dengan pihak lainnya,” harapnya.

Pemerintah Kabupaten Bogor berharap, dukungan kesehatan yang semakin kuat ini mampu mendongkrak prestasi atlet disabilitas, termasuk untuk menghadapi ajang tertinggi seperti Paralimpiade.