JAKARTA, CEKLISSATU -- PSS Sleman dan Garudayaksa FC menuju partai Final Championship Liga 2 2025-2026. Setelah memastikan tiket promosi ke Super League musim depan, kedua tim kini memburu satu target terakhir: mengangkat trofi juara.
Laga grand final tersebut akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5/2026) pukul 19.00 WIB. Pertemuan dua penguasa grup ini diprediksi berlangsung sengit, sekaligus menjadi penutup sempurna perjalanan panjang kedua tim musim ini.
Baik tuan rumah PSS maupun Garudayaksa datang ke final dengan status yang sama-sama impresif. PSS tampil dominan sebagai pemuncak Grup 2, sementara Garudayaksa sukses menguasai Grup 1 sepanjang musim reguler. Konsistensi keduanya membuat final ini terasa layak disebut sebagai duel dua tim terbaik Liga 2 musim ini.
Menariknya, kisah pertemuan kedua tim ternyata sudah dimulai jauh sebelum final digelar. Pada Desember tahun lalu, Garudayaksa sempat menjalani laga uji coba melawan PSS saat menggelar pemusatan latihan di Yogyakarta.
Kala itu, skuad asuhan Widodo Cahyono Putro harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor tipis 0-1 lewat gol penalti Frederick Injay di masa injury time."Tapi itu tidak bisa dijadikan patokan.Sekarang atmosfirnya sudah berbeda," ujar pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis.
Tapi lanjutnya, Ia sudah tahu kekuatan dan kelemahan Garudayaksa. "Intinya partai ini akan seru karena Widodo pasti juga sudah mempelajari PSS Sleman," tuturnya.
COO Garudayaksa FC, Derry Hidayat, mengaku pertemuan sebelumnya memberi pengalaman berharga bagi timnya, terutama dalam merasakan atmosfer Stadion Maguwoharjo yang dikenal fanatik.
“Memang agak unik, dulu kami pernah uji coba saat menjalani TC di Yogyakarta. Banyak yang bilang itu seperti gladi resik final musim ini, dan ternyata benar-benar terjadi,” ujar Derry.
Menurutnya, atmosfer yang diciptakan suporter PSS saat laga uji coba meninggalkan kesan mendalam bagi skuad Garudayaksa. Meski hanya pertandingan persahabatan, ribuan pendukung tetap memadati stadion dan menciptakan suasana yang sulit dilupakan.
"Meski hanya uji coba, antusiasme suporternya luar biasa. Kami bahkan diajak ke tengah lapangan untuk mendengarkan anthem PSS setelah pertandingan. Itu menjadi pengalaman yang sangat berkesan,” kenangnya.
Namun, Garudayaksa datang ke Sleman kali ini bukan sekadar untuk menikmati atmosfer pertandingan. Derry menegaskan, timnya tetap membawa mental juara meski target utama promosi telah tercapai.
“Meski sudah lolos ke Super League, kami tetap fokus penuh menghadapi final. Kami ingin menutup musim ini dengan gelar juara,” tegasnya.
Ia juga memastikan kekalahan dalam laga uji coba sebelumnya telah menjadi bahan evaluasi penting bagi tim pelatih. Derry optimistis para pemain akan tampil dengan motivasi berbeda di partai penentuan nanti.
Sebagai bentuk keseriusan menghadapi final, Garudayaksa bahkan memilih datang lebih awal ke Yogyakarta. Skuad Widodo Cahyono Putro sudah tiba sejak Selasa (5/5/2026) dan langsung menjalani latihan intensif demi mematangkan persiapan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Garudayaksa tak ingin sekadar menjadi peserta final. Mereka datang dengan keyakinan penuh untuk membawa pulang trofi Championship Liga 2 dan menyempurnakan musim bersejarah mereka dengan mahkota juara.
Comment