BOGOR, CEKLISSATU - Pengurus PBSI Pusat akan melakukan evaluasi terhadap atlet-atlet pelatnas yang dianggap sudah mulai menurun, dan dianggap belum menunjukkan prestasi untuk Indonesia.
Evaluasi terhadap atlet pelatnas tersebut adalah sistem degradasi yang memang sudah diterapkan PBSI selama ini. Sementara pemain muda yang menunjukkan progres positif akan promosi ke Pelatnas.
Sepanjang keikutsertaan Indonesia di beberapa ajang badminton dunia, ada beberapa atlet yang posisinya terancam. Diantaranya tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito, pasangan ganda campuran Zachariah Josiahno Sumanti/Hediana Julimarbela serta Putri Kusuma Wardani yang merupakan atlet di nomor tunggal putri.
Baca Juga : Persikabo 1973 Aktif di Bursa Transfer, Melempem di Kompetisi
Performa keempat pebulutangkis tersebut selama tahun 2023 ini mengalami penurunan yang cukup drastis.
Meskipun sempat tampil cukup gemilang di awal-awal tahun 2023. Keempat atlet ini, justru mendapat nilai minor karena performa mereka yang menurun drastis. Sehingga berpeluang untuk terdegradasi dan digantikan atlet-atlet junior untuk dipromosikan.
Performa yang paling mencolok terlihat dari penampilan Shesar Hiren Rhustavito. Setelah mengalami cedera, dirinya terlihat sulit bersaing di sepanjang turnamen tahun 2023.
Shesar Hiren Rhustavito gugur di babak pertama turnamen Syed Modi India International 2023, padahal lawannya berada di posisi yang lebih rendah di ranking BWF.
Hal tidak jauh berbeda juga dialami Putri Kusuma Wardani. Pebulutangkis putri yang sempat digadang-gadang memiliki masa depan cerah ini, justru sulit bersaing di turnamen BWF tahun 2023.
Putri lebih sering terjungkal di babak 32 besar atau 16 besar. Sehingga mendapatkan sorotan dari tim pelatih Pelatnas untuk dievaluasi.
Kini, kedua pemain tunggal tersebut terancam posisinya di Pelatnas Cipayung dan digantikan atlet-atlet junior.
Comment