BANDUNG, BANDUNG -- Kontingen angkat besi Provinsi Lampung sukses menjadi pemuncak klasemen pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi Senior 2026, yang berakhir Minggu (19/4/2026) di GOR Saparua, Kota Bandung.
Lampung memimpin klasemen akhir perolehan medali dengan koleksi 6 emas dan 3 perak. Persaingan di papan atas berlangsung sengit; PABSI Jambi membuntuti di posisi kedua dengan raihan 6 emas, 1 perak, dan 5 perunggu.
Sementara itu, tuan rumah Jawa Barat harus puas mengisi peringkat ketiga dengan total 5 emas, 10 perak, dan 7 perunggu. Posisi lima besar dilengkapi oleh Jawa Timur (4-3-3) dan Aceh (4-1-3).
Sekretaris Jenderal PB PABSI, Joko Pramono, memberikan evaluasi terhadap kualitas atlet yang dikirimkan oleh pengurus daerah.
Menurutnya, Kejurnas kali ini gagal menyuguhkan "darah segar" untuk kebutuhan Pelatnas, terutama menjelang Asian Games yang hanya tinggal beberapa bulan lagi.
"Saya sudah ingatkan daerah, yang diberangkatkan harus atlet yang terbaik. Ini Kejurnas, jangan kirim yang tidak siap. Mereka banyak persiapkan untuk PON mati-matian, tapi untuk Kejurnas berbeda," ujar Joko nada dengan kecewa.
Joko menekankan bahwa Kejurnas seharusnya menjadi ajang seleksi utama untuk menjadi "pahlawan" di kancah internasional.
Ia juga menyentil daerah yang abai terhadap aturan Minimal Angkatan Pertama (MAP) dan batasan usia. “Saya tidak dapat bibit baru di sini. Padahal atlet di Pelatnas tidak semuanya hebat, ada yang perlu direhabilitasi.
Tapi penggantinya tidak ada. Jangan kirim atlet yang baru seminggu latihan atau yang sudah berumur," tegasnya. Kejutan NTB dan Tekad Emas Bambang Wijaya Di sisi lain, hasil positif yang ditampilkan oleh kontingen Nusa Tenggara Barat (NTB). Tuan rumah PON XXII ini mengirimkan 8 atlet danberhasil membawa pulang 3 emas, 2 perak, dan 2 perunggu.
Ketua Pengprov PABSI NTB, Karina de Vega, mengaku cukup puas meski persiapan kelompok tergolong singkat. "Saya mengapresiasi usaha anak-anak yang baru beberapa bulan konsentrasi latihan. Hasilnya cukup bagus, meski ada yang seharusnya bisa lebih baik lagi. Target kami jelas, memberikan yang terbaik untuk NTB dan mengincar juara umum pada PON 2028 nanti," kata Karina optimis.
Salah satu penyumbang medali bagi NTB, Bambang Wijaya, yang turun di kelas 85 kg, membawa pulang emas dari angkatan merebut. Namun, ia harus puas dengan perunggu di kategori clean and jerk serta angkatan total. Bambang mengakui bahwa persiapannya belum maksimal sehingga belum mencapai target yang dipatok pengurus.
Kendati demikian, ia menjadikan hasil di Bandung ini sebagai cambuk evaluasi. "Ini kegagalan tertunda bagi saya. Kejurnas ini jadi tolok ukur untuk PON nanti. Insyaallah, untuk PON nanti wajib emas. Saya optimis," pungkas Bambang.
Kejurnas Angkat Besi Senior 2026 ini mempertandingkan 12 kelas, di mana setiap kelas memperebutkan tiga keping medali emas dari kategori merebut, clean and jerk, dan total angkatan.
.
Comment