Berangkat dari kepedulian tersebut, Doris kerap menyesuaikan metode latihan sesuai kebutuhan masing-masing atlet. Ia memastikan perlengkapan latihan nyaman, jadwal tidak terlalu memaksa, serta lingkungan latihan tetap ramah dan suportif. Baginya, kenyamanan dan rasa percaya diri atlet adalah pondasi utama dalam meraih prestasi.
Pendekatan itu perlahan membuahkan hasil. Atlet-atlet binaan SOD Kabupaten Bogor sukses menorehkan prestasi membanggakan, mulai dari Piala Gubernur Jawa Barat, Peparpeda, hingga Peparpenas. Namun bagi Doris, medali bukanlah tujuan akhir.
“Medali itu bonus. Yang paling penting adalah mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, dan bangga pada dirinya sendiri,” katanya.
Doris mengakui, mendampingi atlet disabilitas bukan tanpa tantangan. Ada masa-masa lelah, emosional, bahkan merasa tak berdaya. Namun setiap senyum atlet dan setiap kemajuan kecil selalu menjadi penguat untuk terus melangkah.
“Ketika ada atlet yang dulu takut tampil, lalu sekarang berani bertanding, itu rasanya luar biasa. Lelahnya langsung hilang,” ungkapnya sambil tersenyum.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Sentra Olahraga Disabilitas yang telah memberikan ruang dan perhatian bagi pembinaan atlet disabilitas.
Comment