Peristiwa ini disambut dalam keheningan, dimaknai sebagai bagian dari pengalaman batin yang sulit dijelaskan dengan nalar semata.

Puncak keheningan dan kekhusyukan terjadi di Teras 5 saat konsekrasi Ekaristi. Awan tebal yang sejak sore menutup langit tiba-tiba menyibak, membentuk celah besar menyerupai lubang cahaya. 

Baca Juga: Selasa Legi Malam, Gunung Padang Jadi Pusat Doa Nusantara

Langit berubah biru gelap, dan bintang-bintang tampak sangat terang. Beberapa rasi bintang terlihat jelas, sementara planet Venus muncul besar dan mencolok, fenomena yang jarang terlihat pada malam hari. 

Alam seolah ikut menyaksikan dan merespons doa-doa yang dipanjatkan. Romo Yos Bintoro menyebut misa malam itu sebagai pengalaman iman yang sangat mendalam. 

"Kami berada di tempat yang sangat khusus, bersama para penjaga situs dan sahabat lintas iman. Ini adalah doa Nusantara, doa untuk Indonesia dan juga doa pertobatan atas dosa ekologis manusia terhadap ciptaan Tuhan," ujarnya usai misa.

Nanang Sukmana mengungkapkan, dua malam sebelumnya hujan turun sangat keras tanpa henti. 

Baca Juga: Momen Istimewa Misa Ekaristi Kudus dan Tirakatan Sambut HUT Ke-80 RI di Situs Gunung Padang

"Secara manusiawi saya khawatir kegiatan ini tidak bisa terlaksana. Tapi malam ini berbeda. Ketika doa berlangsung, langit terbuka dan bintang muncul sangat terang," ucap Nanang. 

"Dalam perhitungan kami, Selasa Kliwon adalah malam cahaya. Padang berarti terang. Gunung Padang malam ini benar-benar menunjukkan maknanya," tutur Nanang.