KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU -- Ratusan warga di Kampung Loa, Desa Sukaluyu, Kecamatan Taman Sari, resah dan melakukan penolakan, karena lahan puluhan hektare yang digarap oleh warga di Blok Kaca, akan di buldoser oleh PT. Prima Mustika Candra (PMC).
Saat ini, aktifitas cut and fill dari PT PMC terus dilakukan diatas lahan yang dikuasainya melalui SHGB seluas sekitar 63 hektare. Sekitar 15 hektare lahan garapan warga sudah rata dengan tanah. Sementara puluhan hektare tanah lainnya masih dikuasai oleh warga para penggarap.
Sebanyak 28 warga juga diketahui sudah menerima uang kerohiman dari PT. PMC setelah dilakukan aksi demo oleh warga pada Februari 2025 lalu. Kini, ratusan warga yang masih menggarap menolak dan tidak akan menerima uang kerohiman.
Warga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bogor terkhusus Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk turun tangan dan membantu persoalan yang dihadapi warga.
Baca Juga: LS Vinus Mengulas Peran Demokrasi dalam Tatanan Masyarakat di Indonesia, Yusfitriadi Bilang Begini
Koordinator warga, Suganda menegaskan, seluruh warga akan melakukan aksi demo ke kantor Kecamatan Tamansari dengan tuntutan menghentikan kegiatan aktifitas cut and fill, pembloseran yang dilakukan PT. PMC, karena hingga saat ini belum memiliki perizinan.
"Kami warga minta agar lahan dikembalikan kepada warga, karena ini lahan pertanian yang sudah puluhan tahun dikuasai oleh warga dan dipergunakan sebagai lahan pertanian. Kami menolak di buldozer oleh PT. PMC. Kami akan demo pada Jumat 11 April 2025 (Hari ini-red) ke Kantor Kecamatan Tamansari," jelasnya.
Comment