KOTA DEPOK, CEKLISSATU.COM -- Ruang siber kini bukan lagi sekadar arena teknologi, melainkan telah menjadi medan strategis dalam rivalitas geopolitik global.
Isu ini menjadi sorotan utama dalam Seminar Hasil Riset Unggulan Departemen Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), digelar dalam Dies Natalis ke-58 FISIP UI, beberapa waktu lalu.
Mengusung tema Kontribusi Ilmu-Ilmu Sosial untuk Bangsa, seminar ini memaparkan berbagai temuan riset dosen HI UI sepanjang 2025 yang menyoroti meningkatnya kompleksitas tantangan global, khususnya dalam isu keamanan dan diplomasi di ruang digital.
Perkembangan teknologi mutakhir seperti kecerdasan artifisial (AI) dan teknologi kuantum dinilai memperluas dimensi ancaman sekaligus membuka peluang kerja sama internasional baru.
Baca Juga: Konflik Global Picu Kekhawatiran, Kapolres Bogor Minta Warga Tak Panic Buying BBM dan Sembako
Kondisi tersebut menuntut adaptasi kebijakan, penguatan riset akademik, serta kolaborasi lintas sektor guna membangun ekosistem digital yang aman dan inklusif.
Salah satu riset yang dipresentasikan berasal dari dosen HI UI, Ali Abdullah Wibisono, Ph.D., yang bekerja sama dengan Australian Strategic Policy Institute (ASPI).
Penelitian tersebut mengkaji strategi diplomasi siber Indonesia dan menghasilkan program short course serta publikasi berjudul “Buku Panduan Diplomasi Siber: Untuk Diplomasi Indonesia.”
Menurut Ali, ruang siber telah mengalami transformasi dari isu low politics menjadi high politics dalam hubungan internasional.
Baca Juga: Kapolres Bogor Larang Konvoi Malam Takbiran, Dinilai Kerap Picu Keributan di Jalan
Ketergantungan negara terhadap infrastruktur digital—mulai dari sistem perbankan hingga pertahanan—membuat serangan siber kini memiliki dampak strategis terhadap keamanan nasional.
“Terjadi pergeseran konflik antarnegara dari medan fisik ke medan digital. Ruang digital kini menjadi domain kelima dalam perang modern, sehingga memerlukan statecraft dan strategi diplomasi khusus,” ujar Ali.
Comment