BANDUNG, CEKLISSATU -- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat mengungkapkan, PAP dokter residen PPDS yang memerkosa keluarga pasien berinisial FH Maret tahun 2025, diduga mengalami kelainan seksual. 

Mereka saat ini tengah berkoordinasi dengan tim psikologi forensik untuk menguatkan hal tersebut.

"Dari pemeriksaan beberapa hari ini, kecenderungan pelaku mengalami kelainan dari segi seksual," ucap Direktur Kriminal Umum (Dikrimum) Polda Jabar Kombes Pol Surawan di Mapolda Jabar, Rabu (09/04/2025).

Ia mengatakan, pihaknya juga tengah menunggu hasil pemeriksaan psikologi terhadap pelaku yang dilakukan tim psikologi forensik. Hasil tersebut akan menguatkan terkait kecenderungan perilaku seksual pelaku.

Baca Juga: Buntut Dugaan Kasus Pelecehan Seksual, Unpad Beri Sanksi Putus Studi Seorang Dokter PPDS di RSHS Bandung

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan peristiwa pemerkosaan yang dilakukan PAP terhadap FH dilaporkan kepada kepolisian pada tanggal 18 Maret 2025. Selanjutnya, pihaknya mengamankan tersangka dan menahannya pada 23 Maret yang lalu.

"Kami telah berhasil menetapkan tersangka pelecehan seksual. Ini merupakan salah satu counter yang beredar bahwa tersangka ini tidak ditahan itu tidak benar," kata dia.