SEMARANG, CEKLISSATU - Polisi masih menyelidiki tabrakan kereta api Brantas dengan truk trailer di jembatan Jalan Madukoro, Semarang, Jawa Tengah.
Polisi masih mengumpulkan sejumlah barang bukti dan keterangan para saksi, diantaranya sopir dan kernet truk, masinis, penjaga palang pintu kereta api dari Dishub.
"Masih penyelidikan. Semua diperiksa nanti digelarkan kasusnya. Baru nanti tahu siapa yang sebagai tersangka," ungkap Kabid Humas Polda Jateng Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto, Kamis 20 Juli 2023.
Sampai hari ini, sopir dan kernet masih diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut di Polrestabes Semarang.
Bayu mengatakan, sopir truk trailer yang terlibat kecelakaan dengan kereta api Brantas melanggar kelas jalan.
Seharusnya truk tersebut dilarang melintasi jalur perlintasan kereta api Madukoro Raya, Krobokan, Semarang Barat.
Namun, dengan alasan lebih cepat, sopir tetap melintasi jalan tersebut.
"Sopir tahu bukan jalannya dia. Itu jalan kelas 2. Tidak boleh melewati ke sana," katanya.
Sementara pengakuan dari masinis bahwa sebelum tabrakan sempat menggunakan rem emergency.
"Kalau dari informasi masinis sempat pakai rem emergency (sebelum tabrakan)," katanya.
Kemudian keterangan sementara sopir, begitu melintasi rel kendaraan mendadak mati. Sopir sudah berulang kali mencoba sampai empat kali menghidupkan mesin tetapi tetap mati.
"Sudah ada upaya hidupkan lagi tapi sudah ada suara kereta mau lewat terus dia turun," terang Bayu.
Selain keterangan saksi, pihaknya juga masih mengkaji rekaman cctv terkait posisi truk terakhir kali sebelum dihantam kereta.
Comment