JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Penyebaran paham radikalisme, intoleran, teroris melalui media sosial kepada para pelajar menjadi perhatian serius Densus 88 Anti Teror Polri.
Untuk itu, Tim Pencegahan Densus 88 Anti Teror Polri melakukan Sosialisasi Kebangsaan kepada para pelajar di SMK Modeling Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Dalam pemaparannya, Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri menjelaskan berbagai pola dan modus penyebaran paham IRT melalui platform digital, mulai dari media sosial, aplikasi pesan instan, hingga konten daring provokatif yang kerap menyasar kalangan remaja.
Baca Juga: Dialog Kebangsaan dengan Satuan Pendidikan, BNPT Tekankan Peran Guru Hadapi Radikalisme Digital
"Media sosial hari ini bukan hanya ruang berekspresi, tetapi juga dimanfaatkan untuk menyebarkan propaganda. Karena itu, siswa harus memiliki literasi digital dan sikap kritis agar tidak mudah terpengaruh konten menyesatkan, ujar IPDA M. Arfa Jaya, salah satu narasumber dari Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri, dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).
Selain kepada para pelajar, Tim Pencegahan Densus 88 Anti Teror Polri juga menekankan peran strategis dewan guru dalam melakukan pengawasan, pembinaan, serta deteksi dini terhadap perubahan perilaku siswa yang berpotensi mengarah pada paparan paham IRT.
Kegiatan yang dihadiri kurang lebih 130 pelajar itu berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, di mana para siswa dan guru aktif berbagi pengalaman seputar penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Tragedi SMAN 72 Jakarta, Cermin Runtuhnya Bimbingan Moral dan Spiritualitas di Era Digital
Melalui Sosialisasi Kebangsaan itu, diharapkan terbangun sinergi antara aparat, pihak sekolah, dan peserta didik dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, serta bebas dari pengaruh paham intoleran, radikal, dan teroris di wilayah Kabupaten Sorong.
Comment