BOGOR, CEKLISSATU - Momen Idul Adha identik dengan melimpahnya pembagian daging kurban kepada masyarakat. Namun, jumlah daging yang cukup banyak sering membuat sebagian orang langsung menyimpan seluruh daging ke freezer tanpa penanganan yang tepat. Padahal, kesalahan dalam proses penyimpanan dinilai dapat memengaruhi kualitas daging hingga meningkatkan risiko kontaminasi bakteri.
Daging kurban termasuk bahan pangan yang mudah rusak apabila tidak disimpan dalam suhu dan kondisi yang sesuai. Karena itu, proses penyimpanan menjadi tahap penting agar kualitas, tekstur, dan kandungan gizi daging tetap terjaga.
BAZNAS RI menyebut langkah awal yang perlu diperhatikan ialah memastikan daging berada dalam kondisi bersih sebelum disimpan. Sisa darah maupun kotoran pada permukaan daging dinilai dapat mempercepat proses pembusukan apabila tidak dibersihkan dengan baik.
Baca Juga: Kolesterol hingga Hipertensi Jadi Ancaman di Tengah Lonjakan Konsumsi Daging saat Idul Adha
Setelah dibersihkan, daging dianjurkan ditiriskan hingga tidak ada air yang menetes pada permukaannya. Kondisi lembap dinilai dapat memicu pertumbuhan mikroorganisme yang menyebabkan kualitas daging cepat menurun.
Selain itu, masyarakat juga disarankan memisahkan daging berdasarkan jenis maupun kebutuhan pengolahan. Daging untuk sate, sup, atau olahan lainnya sebaiknya dikemas terpisah agar lebih praktis saat digunakan kembali.
Penyimpanan dalam porsi kecil juga dinilai lebih efektif dibandingkan menyimpan seluruh daging dalam satu wadah besar. Selain mempercepat proses pembekuan, cara tersebut membantu masyarakat mengurangi frekuensi membuka tutup freezer yang dapat memengaruhi kestabilan suhu penyimpanan.
Untuk penyimpanan jangka pendek, daging dapat diletakkan di refrigerator dengan suhu sekitar 0 hingga 4 derajat Celsius. Dalam kondisi tersebut, kualitas daging umumnya bertahan selama satu hingga dua hari.
Sementara untuk penyimpanan lebih lama, freezer dengan suhu minus 18 derajat Celsius menjadi pilihan yang lebih aman karena dapat memperlambat pertumbuhan bakteri dan menjaga kualitas daging lebih lama.
Meski demikian, masih banyak masyarakat yang langsung memasukkan daging segar ke freezer sesaat setelah proses pemotongan. Padahal, langkah tersebut dinilai dapat membuat tekstur daging menjadi lebih keras.
Wakil Ketua Halal Center Universitas Gadjah Mada, Nanung Danar Dono, mengingatkan masyarakat agar tidak langsung memasukkan daging segar ke freezer sesaat setelah diterima.
Baca Juga: Harga Daging Tembus Rp140 Ribu per Kilo Jelang Puasa, Pedagang: Untung Tipis, Stok Pas-Pasan
“Jangan langsung memasukan daging dalam freezer. Biarkan transit dulu dalam kulkas 12-24 jam terlebih dulu,” ujarnya dalam artikel Fakultas Peternakan UGM.
Menurutnya, daging yang baru dipotong masih mengalami proses alami pada jaringan otot. Jika langsung dibekukan, tekstur daging berisiko menjadi lebih keras saat diolah.
Nanung juga mengingatkan daging tidak boleh terlalu lama dibiarkan di suhu ruang karena dapat memicu pertumbuhan mikroba. Karena itu, daging dianjurkan segera dimasak atau disimpan dengan penanganan yang tepat.
Selain proses penyimpanan, tahap pencairan daging beku atau thawing juga perlu diperhatikan. Kesalahan saat mencairkan daging dinilai dapat memengaruhi kualitas hingga keamanan pangan.
Dosen Teknologi Hasil Ternak IPB University, Tuti Suryati, menyarankan masyarakat tidak melakukan proses thawing pada suhu ruang tanpa kemasan.
“Hindari melakukan thawing daging beku pada suhu ruang tanpa kemasan. Selain itu, hindari membekukan kembali daging yang sudah di-thawing,” ujarnya dalam artikel IPB University.
Ia menjelaskan proses pencairan daging dapat dilakukan secara bertahap di refrigerator atau dengan merendam daging yang masih terbungkus rapat menggunakan air dingin. Cara tersebut dinilai lebih aman untuk menjaga kualitas daging tetap baik sebelum diolah.
Selain memperhatikan proses penyimpanan, masyarakat juga diimbau menggunakan wadah tertutup atau plastik food grade agar daging terhindar dari kontaminasi bahan makanan lain di dalam kulkas.
Penanganan yang tepat dinilai tidak hanya menjaga kualitas daging tetap segar, tetapi juga membantu masyarakat mengurangi risiko pemborosan makanan selama Idul Adha.
Siti Balqis Sari Manah
Comment