BANDUNG-, CEKLISSATU -  Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat dari Fraksi PPP, Uden Dida Efendi, meminta Pemprov Jabar lebih selektif menentukan prioritas pembangunan di tengah keterbatasan fiskal.

Uden menilai, pemerintah tidak bisa menjalankan terlalu banyak program jika hasil akhirnya tidak memberikan dampak yang jelas bagi masyarakat.

"Dalam kondisi fiskal yang terbatas, pemerintah harus semakin berani menentukan prioritas. Jangan semua ingin dikerjakan, tetapi tidak ada yang benar-benar tuntas,"kata Uden, Selasa (31/8/2026).

Menurutnya, kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi perhatian utama. Di antaranya pembangunan infrastruktur konektivitas, jalan dan jembatan, pengelolaan lingkungan, pengendalian banjir dan longsor, serta infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi.

Uden meminta pemerintah mengubah ukuran keberhasilan pembangunan. Bukan hanya melihat besarnya anggaran yang terserap, tetapi juga dampak yang dihasilkan.

Baca Juga: Dewan Kehormatan PWI Miliki Peran Strategis Jaga Marwah Organisasi

"Kita harus mengubah cara pandang dari berapa banyak anggaran yang dibelanjakan menjadi berapa besar dampak yang dihasilkan," katanya.

Selain persoalan anggaran, Uden menyoroti kesenjangan pembangunan antarwilayah di Jawa Barat.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya terkonsentrasi di Bandung dan kawasan perkotaan. Wilayah selatan, perdesaan, serta daerah yang masih memiliki keterbatasan akses infrastruktur juga harus mendapatkan perhatian.

"Prinsip pembangunan harus adil, bukan sekadar merata. Artinya, daerah yang kebutuhannya lebih besar memang harus mendapatkan intervensi yang lebih kuat," ujarnya.