JAKARTA, CEKLISSATU - Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan se Jakarta Timur terdiri dari Kantor Cabang Jakarta Rawamangun, Kantor Cabang Jakarta Pulo Gebang, Kantor Cabang Jakarta Ceger dan Kantor Cabang Jakarta Duren Sawit menggelar kegiatan Inclusive Job Center (IJC) di Hotel Haris Kelapa Gading. 

IJC ini merupakan wajah baru layanan, yakni menyalurkan pekerja penyandang disabilitas pada perusahaan yang membutuhkan pekerja.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Rawamangun, Deni Suwardani mengatakan IJC merupakan pengembangan dari program Return to Work (RTW) yang bertujuan Membangun pasar tenaga kerja inklusif BPJS Ketenagakerjaan yang harapannya mampu memperluas akses lapangan kerja.

“Program IJC merupakan bentuk kepedulian pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi rekan-rekan penyandang disabilitas untuk tetap memperoleh kesempatan yang sama dalam bekerja,” kata Deni.

Deni juga mengapresiasi atas terselenggaranya acara sosialisasi IJC yang dihadiri puluhan perusahaan baik yang sudah mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas maupun yang belum ini.

Baca Juga : Hadiri KTT G20 di Brasil, Presiden Prabowo Subianto Ungkap Sejumlah Program yang Jadi Prioritas Nasional

Kegiatan IJC ini dihadiri oleh Direktur Human Capital dan Umum, Abdur Rahman Irsyadi, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta, Deny Yusyulian serta 80 perwakilan dan pimpinan perusahaan. Serta hadir pula Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan se Jakarta Timur.

Kegiatan IJC dibuka oleh Deny Yusyulian didalam sambutannya menekankan komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam mendorong inklusivitas di dunia kerja. “Inclusive Job Center ini merupakan langkah nyata BPJS Ketenagakerjaan dalam memastikan setiap individu, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja dan mendapatkan perlindungan sosial.

IJC merupakan implementasi Undang-Undang No. 18 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas, yang mendorong akses yang lebih baik bagi individu disabilitas di berbagai aspek kehidupan, termasuk di pasar tenaga kerja. Cetus Deni.

Ia berharap perusahaan-perusahaan termotivasi untuk mengalokasikan kuota pekerja disabilitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yakni minimal 2% untuk BUMN dan Pemerintah, serta 1% untuk perusahaan swasta.

“Dengan demikian, kami berharap semakin banyak penyandang disabilitas yang dapat berkontribusi di dunia kerja, serta meingkatkan kualitas hidup mereka secara mandiri.” Ungkapnya.

Selain mensosialisasikan tentang Inclusive Job Center (IJC), BPJS Ketenagakerjaan se Jakarta Timur mengemas kegiatan tersebut dengan talk show bersama Nicky Clara sebagai Women Prenuer Founder Setara Berdaya Insklusif dan Dra. Puspita Zorawar MPsi.T sebagai penggerak Produktivitas Indonesia Human Capital Coach dan memberikan piagam penghargaan kepada 15 perusahaan yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan se Jakarta Timur yang sudah mempekerjakan rekan-rekan penyandang disabilitas.