JAKARTA, CEKLISSATU - Menurut alat pelacak Tiktok, pengguna seringkali mengahabiskan waktu terlalu lama di dalam aplikasi. Banyaknya Konten TikTok membuat pengguna betah berlama-lama membuka media sosial tersebut.

Fitur Screen Time Breaks juga dilengkapi dengan dasbor statistik screen time. Statistik ini menampilkan seberapa banyak waktu yang dihabiskan seseorang menatap layar, nantinya fitur ini akan membantu pengguna mengkontrol waktu pemakaian aplikasi dan menjadi pengingat ketika melebihi batasan yang ditetapkan.

Alasan kenapa fitur ini keluarkan ketika TikTok dan rekan-rekannya menghadapi pertanyaan tentang dampak aplikasi mereka pada remaja.

TIKTOK_SCREEN_TIMEBREAKS.jpg
TikTok Screen Time Breaks

Khusus pengguna remaja berusia 13-17 tahun, TikTok menerapkan pengingat dalam periode tertentu. Disebut "Schedule Breaks", opsi ini akan meminta pengguna memasang pengingat istirahat setiap 10, 20 atau 30 menit dengan batasan 100 menit penggunaan perhari.

Baca Juga : Cara Gunakan Tiktok Avatar, Ubah Wajahmu Jadi Karater 3D

"Kami juga akan memperkenalkan kesejahteraan digital mingguan untuk komunitas kami yang lebih muda. Ketika seseorang berusia antara 13 - 17 tahun menggunakan aplikasi kami lebih dari 100 menit dalam sehari, kami akan mengingatkan mereka tentang alat yang membatasi waktu penggunaan (screen time), saat mereka membuka aplikasi lagi," tulis TikTok di halaman resminya, Jumat 10 Juni 2022. 

Sebelumnya, TikTok telah menawarkan kontrol waktu layar yang habis setelah batas harian yang ditentukan. Tetapi dengan pengaturan baru, pengguna dapat memilih agar aplikasi mengingatkan mereka untuk "beristirahat" jika mereka telah membukanya untuk waktu yang lama.