BOGOR, CEKLISSATU - Bagi pengidap diabetes, mendengar kata "manis" sering kali langsung dihindari. Takut gula darah naik, takut komplikasi, takut harus terus-terusan makan makanan yang itu-itu saja. Rasanya seperti ada tembok besar yang memisahkan penderita diabetes dari kenikmatan rasa manis. Tubuh, termasuk tubuh penderita diabetes, tetap membutuhkan glukosa sebagai sumber energi utama. Otak, otot, dan seluruh sel dalam tubuh kita menggunakan glukosa untuk menjalankan fungsinya. Yang menjadi masalah bukanlah gula itu sendiri, melainkan jenis, sumber, dan takaran gula yang dikonsumsi.
Kini pengidap diabetes tidak perlu bingung dalam memenuhi kebutuhan glukosa sehari-hari terutama pada rasa manis, ada banyak sumber glukosa alami yang aman untuk pengidap diabetes.
Dengan memilih sumber yang tepat dan mengatur porsinya, kamu tetap bisa menikmati rasa manis tanpa membuat gula darah melonjak drastis. Beriku beberapa sumber alami pemasok glukosa dalam tubuh sekaligus pemberi rasa manis pada lidah:
1. Buah- buahan beri seperti stroberi, blueberry, rasberi, dan blackberry adalah pilihan terbaik karena memiliki indeks glikemik rendah serta kaya serat dan antioksidan yang meningkatkan sensitivitas insulin. Apel dan pir, terutama yang dimakan bersama kulitnya, mengandung pektin yang memperlambat penyerapan gula ke dalam darah. Jeruk dan grapefruit juga aman dikonsumsi sebagai buah utuh, bukan dalam bentuk jus, karena seratnya membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Alpukat, meski tidak terlalu manis, adalah sumber glukosa unik dengan lemak sehat dan serat tinggi yang justru baik untuk kontrol gula darah. Pisang yang masih mentah atau setengah matang mengandung pati resisten yang tidak mudah dicerna menjadi gula, sehingga lebih aman dibanding pisang yang sudah matang berbintik coklat. Sementara itu, kurma boleh dikonsumsi namun dalam jumlah sangat terbatas, cukup 1-2 butir per hari sebagai camilan sesekali. Yang terpenting, semua buah ini harus dimakan dalam keadaan utuh, disertai dengan protein atau lemak sehat seperti kacang-kacangan atau yogurt tanpa gula, serta tidak berlebihan porsinya. Dengan cara ini, pengidap diabetes tetap bisa merasakan manisnya buah tanpa khawatir gula darah melonjak.
2. Stevia sebagai pemanis alami rendah kalori dan juga ramah diabetes, Stevia (Stevia rebaudiana) merupakan tanaman perdu asli Amerika Selatan yang telah lama digunakan oleh suku-suku asli di Paraguay sebagai pemanis alami untuk minuman seperti teh herbal . Saat ini, stevia dikenal sebagai "pemanis bio tanpa kalori" karena senyawa utama di dalam daunnya, yaitu stevioside dan rebaudioside A, memiliki tingkat kemanisan 100 hingga 400 kali lebih manis dari gula pasir, namun tidak mengandung kalori. Cara kerjanya tubuh manusia tidak memiliki enzim yang mampu memecah glikosida stevia. Senyawa ini akan diurai oleh mikroba di usus besar menjadi steviol, lalu diserap dan dikeluarkan melalui urine tanpa menghasilkan energi.
Sayur Bit
3. Bit adalah sayuran berwarna merah keunguan dengan rasa manis yang khas. Meskipun terasa cukup manis, bit masih aman dikonsumsi penderita diabetes asalkan dalam porsi wajar. Bit memiliki indeks glikemik sekitar 60-65, yang termasuk dalam kategori sedang. Artinya, gula dalam bit diserap tubuh lebih lambat dibandingkan gula olahan. Bit juga kaya akan antioksidan dan serat yang baik untuk kesehatan pembuluh darah. Serat dalam bit membantu memperlambat penyerapan gula, sehingga kadar gula darah tidak naik secara drastis. Bit bisa direbus atau dipanggang, lalu dimakan sebagai camilan atau ditambahkan ke dalam salad. Hindari mengolah bit menjadi jus tanpa serat, karena akan menghilangkan manfaat seratnya.
Comment