"Kalau saya lihat dari pertanyaan cerdas cermat dari kementerian semua petani bisa jawab semua ini luar biasa tidak hanya faham mencangkul menanam padi, bibit, pupuk tapi secara subtansi materi mereka mampu menjawab dan saya salut sebagai warga Bogor dan anak seorang petani saya merasa bangga jadi anak petani dan dikelilingi oleh para petani Kota Bogor."ungkap Jenal.
Selain itu menanggapi terkait swasembada pangan menurut Jenal, setiap tahun lahan di Kota Bogor terus berkurang namun dengan kondisi tersebut bagaimana caranya Dinas pertanian harus bisa berkolaborasi menggunakan lahan-lahan yang tersisa sampai saat ini. Dengan ditambah pekarangan-pekarangan rumah masyarakat termasuk lahan-lahan hijau milik pemkot Bogor.
Baca Juga: Komisi IV DPR: Bulog dan Modernisasi Pertanian Berperan dalam Ketahanan Pangan
Pada kegiatan tersebut Jenal mendapatkan usulan tadi dari para petani agar kedepan pedestrian-pedestrian dapat ditanam tidak hanya tanaman hias.
"Kedepan InsyaAllah mudah-mudahan pak Wali merestui pedestrian agar ditanam bibit-bibit tanaman yang bernilai ekonomis, bisa alpukat, pala yang menjadi khas lokal bogor ini akan indah dan memiliki nilai ekonomis untuk kelompok tani entah KWT, KTD per kelurahan masing-masing.
"Nanti kita akan bincang lebih lanjut dengan dinas ketahanan pangan dan pertanian dengan KTLH HKTI banyak sektor lembaga dibidang pertanian dengan sisa lahan yang sangat minim kita harus tetap bisa mempertahankan swasembada pangan minimal untuk masyarakat kota bogor."harap nya.
Comment