KOTA BOGOR, CEKLISSATU - Tiga Calon kuat Sekda Kota Bogor di antaranya Denny Mulyadi (Kepala BKAD), Eko Prabowo (Asisten Pemerintahan Kesejahteraan), dan Sri Nowo Retno (Kepala Dinkes) telah melaksanakan wawancara dengan Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, pada Jumat (13/06/2025).
Saat menjawab pertanyaan dari media terkait apa yang akan dilakukan jika dirinya terpilih menjadi Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi (Kepala BKAD) mengatakan, akan menjalankan amanat sesuai dengan aturan.
"Yang pertama sesuai dengan amanat aturan bahwa Sekda itu membantu kegiatan wali kota terkait dengan pemerintahan yang kedua mengawal visi dan misi wali kota hingga tahun 2030." Jelasnya.
Masih dengan pertanyaan yang sama Sri Nowo Retno (Kepala Dinkes) yang juga sebagai calon Sekda Kota Bogor ini menyampaikan jika dirinya terpilih akan melaksanakan tugas dan fungsi (tusi) Sekda.
Baca Juga: Dilema Wali Kota Bogor Dedie Rachim Pilih Siapa Pantas Jadi Sekda
"Tentunya kalau Sekda sesuai dengan tusi nya ya kita akan membantu kepala daerah bapak Wali Kota, pak Wakil bagaimana mengawal untuk mewujudkan visi misi yang sudah ditetapkan," terangnya.
"Dan tentu kita juga sebagai Sekda bagaimana bisa mengkoordinir nanti OPD-OPD memastikan kebijakan-kebijakan pak wali kota bisa di Imenflasikan dengan baik, tentu itu tujuan yang harus kita wujudkan."tuturnya.
Sementara itu, Eko Prabowo (Asisten Pemerintahan Kesejahteraan) yang juga menjadi calon Sekda ini juga memberikan jawaban atas pertanyaan yang sama yang diberikan kepada calon lainnya dimana jika dirinya mengemban amanah menjadi Sekda Kota Bogor akan. Membantu dalam menyusun kebijakan kepala daerah.
"Tugas seorang Sekda jika nanti diamanahi, yang pertama Tentunya saya bicara Inalilahiwainairojiun, kalaupun itu menjadi amanah bagi kami," tuturnya.
Baca Juga: Ini Tiga Nama Calon Sekda Kota Bogor Pengganti Syarifah
"Tugas pokoknya Sekda adalah membantu kepala daerah dalam menyusun kebijakan daerah memastikan kebijakan darah itu dilakukan oleh OPD dan tentunya Sekda itu seorang ibu dari seorang ibu itu merangkul anak-anaknya mengayomi anak-anaknya," jelasnya.
"Kemudian juga membuat rasa nyaman bagi bapaknya jadi harus bisa ngisi kesana-kemari dikala bapaknya sedang tidak bisa, jadi komunikasi efektif koordinasi efektif kolaborasi efektif," pungkasnya.
Comment