BOGOR, CEKLISSATU.COM – Kebun Raya Bogor kembali mengadakan konser musik intimate Sunset di Kebun, yang berlangusng selama 2 hari, mulai Sabtu-Minggu (29-30/8/2026).

Konser Sunset di Kebun selain menghadirkan deretan musisi populer, juga membawa misi edukasi lingkungan kepada setiap pengunjung.

Sejumlah musisi yang dekat dengan generasi Z turut memeriahkan acara tersebut, di antaranya Tulus, Raisa, dan Juicy Luicy, dan sebagainya.

Baca Juga: Konservasi Indonesia Butuh Gebrakan, TSI Dorong FOKSI 2.0 Jadi Kekuatan Baru Edukasi Satwa dan Lingkungan

“Sunset di Kebun dirancang sebagai program yang memadukan musik, alam, dan edukasi. Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati penampilan para musisi, tetapi juga diajak mengenal lebih dekat kekayaan flora yang ada di Kebun Raya Bogor,” kata Managing Director PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto.

Konsep tersebut menjadi pembeda *Sunset di Kebun* dibandingkan konser musik pada umumnya. Musik digunakan sebagai media untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, semakin dekat dengan lingkungan.

“Sunset di Kebun ini lebih dari sebuah konser. Ini adalah cara kita, Kebun Raya, menjalankan sebuah program melalui media konser. Jadi, pengunjung datang ke Kebun Raya Bogor untuk menikmati konser sekaligus mendapatkan edukasi mengenai lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga: Kultura Sunda Hadir di Kebun Raya Bogor, Wisata Edukatif Bernuansa Kampung Sunda Sambut Liburan Sekolah

Salah satu bentuk edukasi lingkungan yang dihadirkan adalah program Plant Heroes dengan mengenalkan tanaman hoya.

Tanaman hoya diperkenalkan kepada para pengunjung agar mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman menikmati musik, tetapi juga mengetahui lebih jauh mengenai tanaman yang menjadi bagian dari kekayaan flora Indonesia.

“Jadi mereka yang datang bukan hanya menikmati konser, tetapi juga dapat teredukasi langsung tentang tanaman hoya yang merupakan tanaman endemik Indonesia,” katanya.

Baca Juga: Peringati Hari Bumi, Sunset di Kebun Gelar Aksi Bersih-Bersih Ciliwung Melalui Program Lesstari

Marga mnyebut, antusiasme masyarakat terhadap konsep tersebut juga terbilang tinggi. Dari sekitar 10.000 tiket yang disediakan, seluruhnya telah terjual habis.

“Selama dua hari pelaksanaan Sunset di Kebun, pengunjung yang datang kurang lebih 10.000 orang. Itu menunjukkan betapa tingginya antusiasme untuk menonton konser Sunset di Kebun,” ucapnya.

Edukasi lingkungan yang dikenalkan Kebun Raya Bogor selain mengenalkan Plant Heroes, juga menghadirkan program Lestari.

Baca Juga: Pulihkan Ekosistem Merbabu, Mahasiswa Teknik UNDIP Gelar Aksi Restorasi

“Program Lestari ini merupakan program sustainability yang mengajak pengunjung mengenal proses pengolahan sampah menjadi kompos,” jelasnya.

Tak berhenti di situ, Kebun Raya Bogor juga melibatkan para relawan untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan setelah acara selesai.

Dengan konsep tersebut, Sunset di Kebun diharapkan mampu menciptakan pengalaman konser yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga meninggalkan pesan tentang kepedulian terhadap lingkungan.

Baca Juga: Kreatif dan Peduli Lingkungan, Bazar Bayar Pakai Sampah di Bandung Dorong Warga Kurangi Sampah Anorganik

Perpaduan musik, alam, dan edukasi tersebut sekaligus menjadi cara Kebun Raya Bogor menjangkau generasi muda melalui aktivitas yang dekat dengan keseharian mereka.

“Harapannya, pengunjung yang datang untuk menikmati musik dapat pulang membawa pengalaman baru sekaligus kesadaran untuk ikut menjaga lingkungan dan kekayaan flora Indonesia,” tutupnya.