BOGOR, CEKLISSATU.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan sejumlah proyek pembangunan strategis di wilayah Kayumanis, termasuk pembangunan SMA Negeri 11 Kota Bogor yang direncanakan mulai dikerjakan pada tahun ini.

Hal itu disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie Rachim di sela kegiatan apel pagi yang dirangkaikan dengan kerja bakti di kawasan calon lokasi pembangunan SMAN 11, yang digelar di lapangan depan Puskesmas Lama Kayumanis, Senin (13/4/2026).

“Kayumanis ini akan ada beberapa kegiatan pembangunan, salah satunya SMA Negeri 11 Kota Bogor. Insyaallah tahun ini mulai dibangun dan penerimaan siswa juga dilaksanakan di tahun ini,” ujar Dedie.

Baca Juga: Dampak Pembangunan Tol BORR Bogor - Serpong, Puluhan Rumah Warga Kayumanis Dibongkar

Ia menjelaskan, proses pembangunan sekolah tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar 9 hingga 10 bulan. Untuk itu, siswa yang diterima pada tahun ajaran 2026 akan sementara waktu menjalani kegiatan belajar di SMA Negeri 2 Bogor.

“Artinya, siswa yang diterima tahun 2026 akan dititipkan sementara di SMA Negeri 2 Bogor,” jelasnya.

Selain pembangunan sekolah, Pemkot Bogor juga tengah mempersiapkan proyek lain di kawasan yang sama, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di RW 11 serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) skala kota.

Baca Juga: Proyek Strategis untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Merata

“Itu tiga proyek pemerintah yang sedang dipersiapkan tahun ini, dan insyaallah mulai dikerjakan, terutama PLTSa dan SMA, pada Juni 2026,” tambah Dedie.

Lebih lanjut, Pemkot Bogor juga melihat potensi pengembangan fasilitas publik di sekitar lokasi pembangunan. Lahan seluas kurang lebih 5.000 meter persegi direncanakan untuk pembangunan sarana olahraga dan ruang terbuka hijau.

“Saya meminta Disperumkim untuk menyiapkan desain mini soccer, taman, dan jogging track jika memungkinkan,” ujarnya.

Baca Juga: Hadiri Lebaran Golok, Dedie Rachim Ingatkan Nilai Filosofis dan Historis Golok

Di sisi lain, pemerintah pusat juga mengajukan kebutuhan lahan untuk pembangunan gudang Bulog sebagai pusat distribusi di Kota Bogor. Lokasi yang diusulkan masih berada di kawasan Kayumanis, tepatnya di belakang kantor PUPR.

Untuk mendukung seluruh proyek tersebut, Dedie menekankan pentingnya penataan kawasan secara menyeluruh.

Ia meminta dinas terkait segera menyiapkan rencana lalu lintas, sistem drainase, pedestrian, serta penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan pengelolaan sampah.

Baca Juga: Transisi Pengelolaan Sampah di TPA Galuga, Pemkab Bogor Siapkan Controlled Landfill dan Proyek PSEL

“Saya minta PUPR dan Dishub menyiapkan rencana lalu lintas yang representatif, termasuk drainase dan pedestrian. Kawasan ini ke depan tidak boleh lagi semrawut, masih banyak PKL dan sampah berserakan,” tegasnya.

Ia juga meminta camat setempat untuk menata keberadaan PKL agar lebih tertib, bahkan jika diperlukan dilakukan relokasi sementara selama masa pembangunan.

“Kalau memungkinkan, PKL bisa ditampung di kantin sekolah. Tapi yang jelas harus ditata dengan baik,” pungkasnya.