KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kesehatan memastikan masih menunggu kejelasan data kasus Super Flu atau influenza A(H3N2) subclade K yang dilaporkan Kementerian Kesehatan RI. 

Hingga kini, belum ada kepastian apakah penyakit tersebut merebak ke wilayah Kabupaten Bogor.

Mengacu pada data Kementerian Kesehatan, hingga akhir Desember 2025 tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi.

Baca Juga: Tingkatkan Keamanan Pangan, Dinkukmdagin dan Dinkes Kota Bogor Tindaklanjuti Temuan Pangan Mengandung Tawas

Dengan sebaran tertinggi di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat, mayoritas kasus menyerang anak-anak dan perempuan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk memastikan asal wilayah kasus tersebut.

"Apakah terdapat kasus yang berasal dari Kabupaten Bogor. Namun sampai saat ini Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat masih belum mendapatkan data By Name By Address (BNBA) kasus Super Flu tersebut dari Kementerian Kesehatan RI,” ucap Fusia, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga: Dinkes Kota Bogor Ajak Warga Bergerak Bersama Menuju Indonesia Bebas TBC 2030, Tak Perlu Takut Stigma

Meski demikian, Fusia menekankan, masyarakat tidak perlu panik. “Tidak ditemukan bukti varian ini lebih parah dari influenza musiman biasa,” kata dia.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat untuk memperkuaat pencegahan dasar. 

Fusia menyebut perilaku hidup bersih dan sehat menjadi kunci utama menekan risiko penularan.

Baca Juga: Soal Dugaan Kasus Keracunan Program MBG di SDN Ciangsana 02, Begini Penjelasan Dinkes Kabupaten Bogor

“Kami mengimbau masyarakat rutin mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, cukup istirahat, dan mengonsumsi makanan bergizi,” kata Fusia.

Selain itu, penggunaan masker tetap disarankan, terutama bagi warga yang sedang sakit atau berada di kerumunan.