BOGOR, CEKLISSATU.COM– Di tengah derasnya informasi dan beragam opini yang berkembang terkait proses penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Bogor, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor, Arif Rochmawan, mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.
Arif menegaskan pentingnya mengedepankan asas praduga tak bersalah, menghormati proses hukum yang sedang berjalan, serta memastikan setiap informasi telah terverifikasi sebelum dipercaya maupun disebarluaskan.
Menurutnya, masyarakat harus mampu bersikap bijak dan tidak mudah tergiring opini negatif yang belum memiliki dasar fakta maupun kepastian hukum.
“Kita harus mendukung dan wajib menghormati setiap proses penegakan hukum yang sedang berjalan. Namun kita juga harus bijak dalam menerima semua informasi yang beredar serta tidak mudah tergiring oleh opini-opini negatif yang belum bisa dipastikan kebenarannya,” ujar Arif Rochmawan, Rabu (2/9/2026).
Baca Juga: KPK Periksa Pejabat Pemkab Bogor, Dalami Dugaan Pemotongan Upah Pungut di Bapenda
Menurut Arif, langkah yang dilakukan lembaga antirasuah merupakan bagian dari proses penegakan hukum yang harus dihormati seluruh pihak. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memberikan ruang kepada KPK dalam menjalankan tugas dan kewenangannya secara objektif sesuai ketentuan yang berlaku.
“Biarkan KPK menjalankan tugas dan kewenangan sesuai tupoksinya. Kita hormati setiap tahapan proses hukum dan jangan cepat mengambil kesimpulan sebelum ada kepastian hukum,” tegasnya.
Arif juga meminta masyarakat untuk mempercayakan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada aparat yang berwenang. Ia menilai, proses tersebut harus berjalan secara adil, transparan, profesional, dan proporsional.
Menurutnya, opini yang berkembang tanpa didasari fakta dan kepastian hukum berpotensi mencederai prinsip keadilan serta merugikan pihak-pihak yang terkait.
“Mari kita hindari opini-opini yang dapat mencederai prinsip keadilan dan merugikan pihak-pihak terkait sebelum adanya putusan hukum yang berkekuatan hukum tetap,” katanya.
Lebih lanjut, Arif mengingatkan masyarakat agar mewaspadai adanya upaya penggiringan opini negatif yang dapat memengaruhi kepercayaan publik.
Ia menilai, informasi yang belum terverifikasi dan disebarluaskan secara luas berpotensi menciptakan persepsi yang keliru serta berdampak terhadap kondusivitas daerah.
“Setiap informasi yang beredar perlu disikapi secara bijak dan tidak langsung dipercaya maupun disebarluaskan sebelum terverifikasi. Terlebih lagi, kita harus tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dalam menyikapi proses hukum yang sedang berlangsung di Kabupaten Bogor,” ucapnya.
Arif menegaskan bahwa masyarakat tetap perlu mengikuti perkembangan informasi. Namun, menurut dia, setiap informasi harus disikapi dengan mengedepankan fakta, proses verifikasi, dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga Kabupaten Bogor tetap kondusif dan guyub, sehingga aktivitas masyarakat, pelayanan publik, serta berbagai program pembangunan dapat terus berjalan dengan baik.
“Mari kita bersama-sama menjaga situasi Kabupaten Bogor agar tetap kondusif. Masyarakat harus tetap tenang, bijak, dan terus berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan maupun pembangunan,” pungkasnya.
Caption: Ketua KONI Kabupaten Bogor, Arif Rochmawan. IST
Comment