"Sistem CKG SMART juga akan terhubung dengan data berbasis NIK secara aman dan tetap menjaga kerahasiaan rekam medis," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil mengapresiasi langkah dan inovasi yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan.
“Mudah-mudahan sistem ini bisa menjadi database bersama bagi kita untuk melakukan tindakan-tindakan preventif lanjutan," ujar Adityawarman Adil.

Tak hanya itu, program bergerak atau senam bersama perlu juga digalakkan kembali di lingkungan dinas, instansi pemerintahan, hingga sekolah-sekolah demi mewujudkan warga Kota Bogor yang lebih sehat.
Kadinkes Kota Bogor, Erna Nuraena mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut penguatan Program CKG Kota Bogor yang selaras dengan Asta Cita Presiden, transformasi layanan primer, dan program Bogor Sehat.
Melalui rapat koordinasi dan pencanangan CKG SMART ini, pihaknya ingin memperkuat komitmen lintas sektor, peran Satgas CKG, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan guna menghadirkan layanan deteksi dini kesehatan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan merata.
Baca Juga: Eliminasi TBC 2030: Kota Bogor Perkuat Deteksi, Pengobatan dan Kolaborasi
"Sehingga dengan menggunakan pendekatan ini, pelaksanaan CKG diarahkan tidak lagi sekadar kegiatan skrining yang bersifat event based, tetapi menjadi sistem deteksi dini yang terintegrasi, berkelanjutan, dan didukung kolaborasi lintas sektor," ucapnya.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen pilot project, dukungan media edukasi dari BJB, serta penguatan regulasi, edukasi, monitoring, dan pemanfaatan data kesehatan untuk kebijakan yang lebih tepat sasaran menuju Bogor Sehat, Bogor Beres, Bogor Maju.
Dengan begitu, semua pemangku kepentingan bisa menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi lintas sektor, memperjelas peran Satgas Pemeriksaan Kesehatan Gratis, serta menandai pencanangan CKG SMART sebagai model penguatan tata kelola dan layanan Cek Kesehatan Gratis di Kota Bogor.
Comment