BOGOR, CEKLISSATU - Melalui kegiatan Diskursus Pemuda bertajuk ‘Menata Arah Langkah Pemuda: Masa Depan Cigombong di Tangan Kita’, Nyala Suara mengajak para pemuda Cigombong untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Kegiatan yang diinisiasi Nyala Suara itu membahas terkait pentingnya literasi, arah gerak pemuda, hingga menyiapkan regenerasi pemimpin lokal.
Camat Cigombong, RE. Irawan somantri, dalam sambutannya memberikan dukungan penuh terhadap ruang dialog kepemudaan yang digagas oleh Nyala Suara.
Baca Juga: Warga Cigombong Akhirnya Punya Kantor Kecamatan Baru, Ini Lokasi Sementara Pelayanannya
Ia menekankan bahwa pemuda bukan hanya pelengkap pembangunan, tetapi seharusnya menjadi motor utama perubahan di wilayahnya masing-masing.
“Cigombong butuh pemuda-pemuda yang berpikir kritis dan bertindak nyata,” ujar Irawan.
Salah satu narasumber, Demisioner Koordinator BEM se-Bogor, Muhammad Azrin mengatakan, bahwa para pemuda harus merebut ruang strategis dalam menyusun arah pembangunan desa.
“Bukan lagi menunggu belas kasihan atau peluang, melainkan menciptakan ruang sendiri,” ujarnya.
“Perubahan takkan datang hanya dengan berharap pada birokrasi; kitalah yang harus menggerakkannya” imbuhnya.
Senada, Duta Baca Kabupaten Bogor, Marisa Azhari membawa gagasan pentingnya membangun budaya literasi di akar rumput.
Baca Juga: Kandidat Camat Terbaik, Ini yang Dilakukan Ridwan di Megamendung
“pemuda yang membaca dan berdiskusi adalah pemuda yang siap menghadapi isu-isu lokal dengan pendekatan yang cerdas dan solutif” ujarnya.
Ia menekankan perlunya membuka ruang-ruang belajar bersama di desa.
“Ini bukan hanya tentang buku, tapi tentang memberdayakan pikiran kami,” katanya.
Baca Juga: Ini yang Dilakukan Kemendes PDT untuk Perkuat Desa jadi Garda Terdepan Hadapi Perubahan Iklim
Dari perspektif akademisi, Rajib Gandi menggarisbawahi kelemahan dalam tradisi berpikir kritis dan menyampaikan kritik secara sistematis di kalangan masyarakat.
Ia mendorong peserta untuk mulai membangun ekosistem diskursus yang sehat sebagai bagian dari upaya jangka panjang dalam membentuk masyarakat sipil yang kuat dan reflektif.
Sesi diskusi ditutup oleh Moch Aldy MA, yang menekankan pentingnya sinergi antarindividu dan regenerasi dalam kepemimpinan komunitas.
Baca Juga: Tak Kenal Usia, Ratusan Lansia Senam Ling Tien Kung Tingkatkan Kesehatan Mental
Ia menyampaikan bahwa keterlibatan tidak cukup hanya bersifat sesaat, melainkan harus melalui proses, pembangunan jejaring, dan pembentukan pengaruh yang berkelanjutan.
Melalui diskusi itu, Nyala Suara menyerukan pentingnya memperluas ruang berpikir dan bergerak bagi masyarakat Cigombong.
Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi pemicu lahirnya kepemimpinan baru yang berlandaskan pada gagasan kuat, keberanian, dan dedikasi terhadap komunitasnya.
(Angga)
Comment