Ia menjelaskan, Kota Bogor menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam pembahasan ini, mengingat tingginya mobilitas masyarakat Bogor menuju Jakarta setiap hari.
“Kota Bogor diundang karena menjadi prioritas dalam upaya menurunkan volume kendaraan yang datang dari wilayah Kota Bogor. Selain itu, kami juga terus mengajak agar masyarakat mengubah kebiasaan untuk mulai menggunakan transportasi publik,” katanya.
Dedie Rachim turut menyampaikan bahwa salah satu prioritas dalam hal penyediaan transportasi publik adalah kendaraan umum itu harus bisa memberikan kenyamanan, ketepatan waktu, dan memadai. Hal inilah yang masih harus dicari solusinya bersama-sama.
Baca Juga: Global Cities Index 2025: Jakarta Tembus Posisi 71 Dunia, Transportasi Publik Jadi Andalan
Menurutnya, Aglomerasi Jabodetabek memiliki modal transportasi kelas dunia, seperti LRT sudah sampai Bekasi, MRT akan tersambung ke Tangerang Selatan, Kereta Cepat, Transjakarta hingga Jaklingko.
"Kota Bogor harus bisa menyetarakan diri dengan tetangga dekatnya. Kita tidak bisa berpangku tangan menunggu durian runtuh, namun harus berupaya menyamakan kualitas transportasi publik Jabodetabek yang semakin maju dan modern," tuturnya.
Selain itu, dalam rapat tersebut, Dedie Rachim juga membahas mengenai pengembangan sistem park and ride yang menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan di pusat kota.
Comment