BOGOR – CEKLISSATU.COM — Jembatan Penyeberangan Orang atau JPO Leuwi Tarik yang menjadi penghubung Kelurahan Ranggamekar dan Batutulis resmi ditutup sementara.
Penutupan JPO Leuwi Tarik dilakukan seiring dimulainya pengerjaan renovasi jembatan pada 24 Agustus 2026.
Berdasarkan papan informasi proyek yang dipasang PT Semesta Royal Pelita, penutupan JPO Leuwi Tarik akan berlangsung mulai 26 Agustus hingga 31 Desember 2026.
Proyek renovasi tersebut menggunakan anggaran APBD Kota Bogor dengan pagu sebesar Rp1,2 miliar.
"Alhamdulillah, pengerjaan renovasi jembatan Leuwi Tarik sebagai jalan penghubung Kelurahan Ranggamekar dan Batutulis ini dapat terealisasi. Sebelumnya, pihak Kelurahan Ranggamekar sudah mengajukan pembangunan ini sejak 2023," ujar Lurah Ranggamekar, Amir Santoso, saat ditemui Ceklissatu.com di ruang kerjanya, Rabu (26/8/2026).
Amir menjelaskan, selama proses renovasi berlangsung, jembatan tersebut akan ditutup sementara.
Ia mengimbau sekaligus meminta maaf kepada warga yang biasa menggunakan akses tersebut agar sementara waktu menggunakan jalur alternatif.
Baca Juga: Jembatan Penghubung Dua Desa di Kecamatan Mande Ambruk
"Saya meminta maaf dan mengimbau kepada warga karena akses perjalanan akan terganggu selama empat bulan ke depan. Saya mengimbau agar warga bersabar dan selama pengerjaan dapat melintasi jalan lain, seperti melalui Jalan Cipinang Gading dan perumahan BNR," katanya.
Menurut Amir, setelah direnovasi, JPO Leuwi Tarik tersebut akan memiliki dua lajur dan tidak lagi menggunakan konstruksi jembatan gantung.
Jembatan lama akan diganti dengan konstruksi beton yang dilengkapi sejumlah tiang penopang agar lebih kokoh, aman, dan layak digunakan masyarakat.
Baca Juga: Jembatan Penghubung Antar Desa di Cianjur Putus Diterjang Banjir
"Rencananya jembatan lama akan dihilangkan dan diganti dengan jembatan beton. Jembatan juga akan dibuat dua lajur sehingga mempermudah warga untuk melintas tanpa harus melakukan buka-tutup. Namun, kenyamanan dan keamanan tetap menjadi perhatian," pungkasnya.
Comment