Afif mengatakan, tingginya mobilitas pengemudi ojol menjadi salah satu alasan pentingnya kolaborasi tersebut.
Menurutnya, dengan jumlah personel kepolisian yang terbatas, keberadaan para pengemudi yang hampir 24 jam berada di jalan sangat membantu dalam mendapatkan informasi awal mengenai potensi gangguan keamanan.
“Personel kepolisian terbatas, baik jumlah maupun waktunya. Kami sangat terbantu dengan rekan-rekan ojol yang hampir 24 jam berada di lapangan dan berada di jalan,” ungkapnya.
Informasi sekecil apa pun yang ditemukan pengemudi di lapangan, lanjut Afif, dapat segera diteruskan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti sebelum persoalan berkembang menjadi lebih besar.
Melalui program Ojol Kamtibmas, Polres Bogor membuka ruang komunikasi langsung antara pengemudi ojol dan petugas kepolisian di lapangan.
Jika ditemukan gangguan keamanan maupun kejadian yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat, informasi dapat segera diteruskan kepada aparat.
“Rekan-rekan ojol ini menjadi mitra. Kami dari kepolisian bertugas untuk menindaklanjuti kejadian-kejadian maupun gangguan kamtibmas yang mungkin terjadi di Kabupaten Bogor,” jelas Afif.
Sementara terkait kemungkinan adanya patroli bersama antara kepolisian dan komunitas ojol, Afif mengatakan rencana tersebut masih dalam tahap pengkajian.
Untuk saat ini, kerja sama lebih difokuskan pada pertukaran informasi dan koordinasi terkait keamanan serta ketertiban masyarakat.
Ketua Ojol Kamtibmas Kabupaten Bogor, Adam, menyambut positif kegiatan silaturahmi tersebut.
Ia mengaku komunitas ojol merasa diapresiasi dan diberikan ruang komunikasi yang terbuka oleh jajaran Polres Bogor.
“Hari ini terbukti kami dengan pihak Polres seperti tidak ada jarak. Ini membuktikan kolaborasi dan kerja sama di lapangan untuk menjaga Kabupaten Bogor benar-benar terealisasi dengan baik,” ujar Adam.
Adam menegaskan, komunitas Ojol Kamtibmas Kabupaten Bogor berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan kepolisian dalam menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif.
Selain membangun komunikasi soal kamtibmas, para pengemudi juga mendapatkan sejumlah kemudahan dalam kegiatan tersebut, termasuk pelayanan perpanjangan SIM bagi peserta tertentu.
Menurut Adam, fasilitas tersebut menjadi salah satu bentuk nyata hasil kolaborasi antara komunitas ojol dan Polres Bogor.
“Ini tentunya sangat membantu dan sangat berarti bagi kami yang bekerja di lapangan,” katanya.
Dengan mobilitas tinggi dan keberadaan mereka di berbagai sudut wilayah, pengemudi ojol kini diharapkan dapat menjadi jaringan informasi masyarakat yang membantu kepolisian merespons lebih cepat setiap potensi gangguan keamanan.
Sinergi antara polisi dan Ojol Kamtibmas pun diharapkan semakin memperkuat upaya bersama menjaga Kabupaten Bogor tetap aman, nyaman, dan kondusif.
Comment